SketsaNusantara.id- Dalam panggung sejarah penjajahan, perjanjian Saragosa muncul sebagai titik balik yang signifikan dalam persaingan antara Portugis dan Spanyol.
Terutama terkait dengan dominasi atas rempah-rempah yang melimpah di kepulauan Maluku.
Ditetapkan pada 22 April 1529 di Serbuz, Spanyol, perjanjian ini membagi dunia menjadi dua kekuasaan yang jelas.
Spanyol mengambil alih wilayah dari Meksiko ke arah barat hingga Filipina, sementara Portugis menguasai wilayah yang membentang dari Brasil hingga kepulauan Maluku yang kaya.
Melansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Teman Berpikir, perjanjian ini merupakan hasil dari ketidakjelasan garis bujur di wilayah timur, yang tidak terdefinisi dengan baik dalam perjanjian Tordesillas sebelumnya.
Dalam persaingan sengit ini, kedua negara berjuang mati-matian untuk menguasai sumber daya berharga yang menjadi primadona perdagangan dunia.
Baca Juga: Biografi Kyai Imam Mursyid Muttaqien, Satu Pejuang Ulama Jadi Korban Kekejian PKI
Portugis memilih untuk berkolaborasi dengan Kerajaan Ternate, yang merupakan salah satu kerajaan terbesar di Maluku, sedangkan Spanyol menjalin aliansi dengan Kerajaan Tidore, rival Ternate.
Sebagai bagian dari perjanjian, Spanyol diwajibkan untuk meninggalkan Maluku dan mengalihkan fokusnya ke penguasaan Filipina.
Sedangkan Portugis diizinkan untuk terus berdagang di Maluku, mengingat mereka adalah penemu awal kepulauan tersebut.
Baca Juga: 6 Fakta Unik Teori Asal Leluhur Masyarakat Bali, Nomor 3 Lahir dari Penguasa Besar di Jawa Tengah
Namun, meskipun perjanjian tersebut memberikan keuntungan bagi Portugis, Spanyol tidak mau menerima kenyataan ini dengan lapang dada.
Mereka kembali ke Maluku secara diam-diam, berusaha merebut kembali kendali atas wilayah yang dianggap strategis demi akses langsung ke rempah-rempah yang sangat bernilai.
Artikel Terkait
Mengenang Kyai Jufri Marzuki, Pejuang NU yang Ditikam Anggota PKI Tahun 1965 saat Hendak Pengajian
Bak Sudah Ada Firasat, Letjen S. Parman Lakukan Hal ini Sebelum Jadi Korban G30S PKI, Tinggalkan Kenangan Tak Terlupakan bagi sang Istri
Digunakan sebagai Kolam Suci Raja Airlangga, Bangunan Candi di Mojokerto Dibangun pada 899 Saka
Tidak seperti di Jawa! Kenapa Bali Tidak Bisa 'Diislamkan' dan Masih Sama sejak Dulu? Ternyata Alasannya…
Istri Letjen Suprapto, Perempuan yang Bertahan Hidup dari Kisah Tragis Kematian Sang Suami Korban Kekejaman G30S PKI