Jumat, 3 Juli 2026

6 Fakta Unik Teori Asal Leluhur Masyarakat Bali, Nomor 3 Lahir dari Penguasa Besar di Jawa Tengah

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 September 2024 | 21:30 WIB
Teori asal usul leluhur masyarakat Bali (Unsplash/Ruben Hutabarat)
Teori asal usul leluhur masyarakat Bali (Unsplash/Ruben Hutabarat)

SketsaNusantara.id- Asal-usul masyarakat Bali saat ini diyakini berasal dari migrasi orang-orang Jawa di masa lampau.

Berbagai sumber sejarah menguatkan anggapan ini, terutama melalui dominasi bahasa Jawa Kuna yang tampak jelas dalam bahasa Bali, khususnya Bali Alus Singgih (ASI).

Banyak istilah dalam Bali Alus Singgih diambil dari kosakata Jawa Kuna.

Baca Juga: Publik Soroti Pelecehan terhadap Wanita Terekam di Live IShowSpeed Part Bali, Minta Telusuri dan Tangkap Pelakunya

Selain itu, masyarakat Bali terbagi menjadi dua kelompok yaitu Bali Dataran dan Bali Mula.

Meski disebut Bali Mula, penelitian menunjukkan bahwa mereka sebenarnya memiliki akar dari Jawa, yang dibawa oleh Rsi Markhandya dari Gunung Raung.

Melansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Pemikir Bebas, terdapat beberapa teori yang mendalami fenomena ini. Inilah beberapa fakta teori yang mendasarinya.

Baca Juga: Dikenal Paling Ditakuti! Gajah Mada Sampai Harus Menjebak Tokoh Pahlawan Ini untuk Menguasai Bali

1. Soroh Bali Mula: Penduduk Pertama Pulau Bali

Buku berjudul "Siapa-siapa Saja Leluhur Orang Bali," yang diterbitkan oleh Paramita Surabaya, mengajak kita untuk menjelajahi sejarah orang Bali.

Salah satu soroh utama yang dibahas adalah Soroh Bali Mula, atau Bale Agung, yang dikenal sebagai penduduk pertama Pulau Bali.

Sejarah mencatat bahwa Bali dihuni oleh berbagai ras, mulai dari Pithecanthropus erectus hingga manusia gua Papua Melanesoid, serta ras Austronesia yang lebih maju.

Baca Juga: Cabang dari Kerajaan Galuh! Benarkah Hindu Bali Masih Satu Rumpun dengan Sunda di Masa Lalu?

Tradisi unik orang Bali Mula terlihat dalam upacara kematian yang dilakukan dengan cara Mendem, atau penguburan, berbeda dari praktik kremasi yang lebih umum.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Pemikir Bebas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X