Puncak keberhasilan terjadi pada 14 Desember 1904, ketika Romo Van Lith membaptis 171 orang di Sendangsono, yang dianggap sebagai “kelahiran” Gereja Katolik di kalangan masyarakat Jawa.
Romo Van Lith tak hanya menyebarkan ajaran Katolik, tetapi juga mengintegrasikan adat-istiadat Jawa dalam praktik keagamaan.
Ia menambahkan musik gamelan dalam upacara dan memilih tempat suci yang relevan dengan budaya lokal.
Doa dan nyanyian Katolik pun disusun dalam Bahasa Jawa, mencerminkan keterbukaannya terhadap tradisi sinkretis.
Tak hanya itu, Romo Van Lith juga berperan penting dalam memajukan ekonomi dan pendidikan di Jawa.
Ia memprakarsai berbagai usaha, seperti sewa tanah, klinik kesehatan, dan produksi anyaman bambu.
Selain itu, ia mendirikan Kolese Xavier di Muntilan pada tahun 1904, yang kemudian melahirkan pemimpin-pemimpin Katolik lokal yang aktif dalam berbagai aspek masyarakat.
Dengan demikian, upaya Romo Van Lith tidak hanya membentuk komunitas Katolik yang kuat, tetapi juga memberikan dampak mendalam bagi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Jawa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Siapa Kyai Sadrach? Kisah Kyai Kristen atau Penginjli di Tanah Jawa, Bukan Wali Songo tapi Disebut Sunan Kalijaga Versi...
Makam Kyai Pahing, Keturunan Tokoh Muslim Penyebar Ajaran Kristen di Pulau Jawa, Pendiri Gereja Kristen Jawi Wetan?
Meruntuhkan Kerajaan Hindu Terakhir di Pulau Jawa, Kesultanan Banten Pernah Menjadi Pusat Perdagangan Dunia!
Peradaban Trowulan Sampai ke Kalimantan Barat? Misterius, Ini Asal Usul Peninggalan Kerajaan Majapahit di Luar Pulau Jawa
Kisah 3 Anak Prabu Siliwangi, Meninggalkan Kerajaan Sunda hingga Menjadi Tokoh Besar Penyebar Islam di Pulau Jawa
4 Kerajaan Kristen yang Pernah Ada di Nusantara: Muncul Karena Pengaruh Kedatangan Portugis?