Kamis, 4 Juni 2026

Peradaban Trowulan Sampai ke Kalimantan Barat? Misterius, Ini Asal Usul Peninggalan Kerajaan Majapahit di Luar Pulau Jawa

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Kamis, 19 September 2024 | 20:45 WIB
Candi peninggalan Kerajaan Majapahit di Kalimantan Barat. (YouTube AmazonPawan)
Candi peninggalan Kerajaan Majapahit di Kalimantan Barat. (YouTube AmazonPawan)

SketsaNusantara.id- Peninggalan Kerajaan Majapahit yang terkenal pada zamannya ternyata tidak hanya di Pulau Jawa, mengapa demikian?

Siapa sangka, ada sebuah peninggalan kerajaan yang pusatnya di Trowulan Mojokerto ini hingga sampai ke Kalimantan Barat.

Peninggalan ini berupa candi. Warga Kalimantan Barat mengenalnya dengan Candi Negeri Baru. 

Baca Juga: Jayanegara: Raja Kedua Kerajaan Majapahit yang Tumbang oleh Pemberontakan dan Pengkhianatan dari Dalam Istana

Ada apa misteri di balik candi tersebut? Mengutip dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, bangunan ini merupakan satu-satunya budaya Hindu Budha di wilayah Kalimantan Barat.

Lokasi candi itu ada di Desa Negeri Baru, Kecamatan Banua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kondisi bangunan itu memiliki tiga bangunan. Namun bangunan dan keuda masih menyimpan misteri.

Baca Juga: Kisah Tragis di Balik Pembangunan Kolam Peninggalan Kerajaan Majapahit, Ada yang Bikin Hati Hayam Wuruk Tersayat Pilu

Lantaran bangunan tersebut masih belum bisa dilihat secara langsung. Sejarawan dan arkeolong menghubungkan candi tersebut dengan suatu kerajaan.

Yakni Kerajaan Tanjungpura yang merupakan sebuah peradaban atau kerajaan kuno di Kalimantan Barat.

Tak hanya itu, Kerajaan Tanjungpuro konon muncul setelah anak bungsu dari Raja Majapahit itu menikah dengan Puteri Junjung Buih dari Kerajaan Negara Dipa.

Baca Juga: Inilah Bukti Candi Sadon Sebagai Penanda Berpindahnya Pusat Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur, Ternyata Ciri Khasnya...

Penemuan nama Tanjungpura merupakan dari naskah kuno "Negarakertagama" yang telah ditulis oleh Mpu Prapanca.

Asal muasal dari peninggalan tersebut juga tidak lepas dari legenda Prabu Jaya yang sempat disinggung.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X