Di kubu lain, sejumlah partai menerima keputusan Bung Karno, yakni PNI, Murba, dan PKI.
Sikap tegas NU rupanya mengundang kemarahan Bung Karno. Akhirnya, sang presiden mengundang 3 kyai tokoh NU, KH Wahab Hasbullah, KH. Zainul Arifin dan KH. Idham Chalid.
Terungkaplah alasan kenapa para tokoh NU menolak kehadiran PKI dalam kabinet melalui potongan dialog antara Bung Karno dan para kyai.
Bung Karno mempertanyakan alasan kenapa NU menolak Kabinet Kaki Empat.
Kyai Idham pun memberikan jawaban karena NU belum bisa melupakan Peristiwa Madiun 1948 yang menimbulkan banyak korban para kyai.
"Karena banyak kiai NU disembelih (PKI) pada waktu Peristiwa Madiun, itu belum terlupakan oleh kami,” ucap Kyai Idham.
Bung Karno kembali mempertanyakan bagaimana bisa bernegara jika belum bisa melupakannya. Kyai Idham pun menjawab bahwa penolakan itu adalah suara dari warga NU, bukan dia pribadi.
Perdebatan antara Bung Karno dan Kyai Idham terus berlanjut tanpa hasil yang jelas.
Dalam perkembangannya, NU semakin mewaspadai gerak-gerik PKI yang dituding memanfaatkan Pancasila sebagai tameng untuk mengecoh lawan-lawan politik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Salah Satu Tokoh yang Paling Diincar pada Peristiwa G30S PKI karena Ketegasannya, Inilah Profil Letjend S Parman
Daftar 6 Fakta Letjen S Parman Pahlawan Revolusi dalam Tragedi G30S PKI: Jenderal Intelijen hingga Kempetai Jepang
Rumah Letjen S. Parman di Mana? Begini Nasib Tempat Tingggal Pahlawan Revolusi yang Jadi Saksi Bisu Kekejaman G30S PKI, Kondisinya...
Nasib Rumah Letjen MT Haryono Pahlawan Revolusi Korban G30S PKI, Bentuk Bangunan Aslinya Masih Terjaga?
Profil Mayjen DI Panjaitan, Pahlawan Revolusi Tragedi G30S PKI: dari Anggota Giyugun hingga Penghargaan Anumerta