Namun ia tak berhasil karena sambungan telponnya sudah diputus sehingga tak bisa menghubungi siapapun.
Lalu setelahnya, Letjen S Parman dibawa oleh Pasukan Cakrabirawa dengan dalih untuk bertemu dengan Presiden Sukarno di Istana kepresidenan.
Namun ternyata bukannya ke Istana Negara, ia justru dibawa ke Lubang Buaya di kawasan Halim.
Sesampainya disana, Letjen S Parman kemudian dibunuh, lalu setelahnya, jasadnya kemudian dimasukkan ke dalam sumur tua bersama para jenderal lainnya.
Baca Juga: Profil Ahmad Yani, Jenderal Kesayangan Bung Karno yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI
Jasadnya ditemukan 3 hari kemudian, tepatnya tanggal 5 Oktober 1965 lalu dimakannya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta Selatan.
Lalu kemudian Letjen S Parman diangkat sebagai Pahlawan Revolusi bersama 5 jenderal dan 1 perwira lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
7 Nama Pahlawan Revolusi: 6 Jenderal 1 Perwira Korban G30S PKI yang Jasadnya Ditemukan di Lubang Buaya
Pahlawan Revolusi Ada 7 atau 10? Tokoh yang Gugur dalam Tragedi G30S PKI Ada di Jakarta dan Yogyakarta
Daftar 8 Prestasi Jenderal Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi 'Anak Emas' Soekarno yang Gugur saat G30S PKI
Siapa yang Membunuh Jenderal Ahmad Yani? Inilah Sosok Serda Gijadi, Anggota Cakrabhirawa dalam Peristiwa G30S PKI
Rumah Jenderal Ahmad Yani, Jadi Museum Bersejarah Mengenang Peristiwa G30S PKI
Berapa Jumlah Anak Jenderal Ahmad Yani? Begini Nasib Putra-Putri dari Pahlawan Revolusi yang Dulu Jadi Saksi Mata Kebiadaban G30S PKI
Inilah Profil Letnan Jenderal Suprapto, Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam G30S PKI di Lubang Buaya