Pada 16 November 1965, Aidit dipindahkan ke rumah Sriharto di Kerten, Solo.
Letda Ning Prajitno ditugaskan untuk mengawasi lokasi itu, memastikan Aidit tak bisa kabur.
Baca Juga: Lama Tak Kelihatan, Amien Rais Kena Skak Mahfud MD Gara-Gara Jualan Isu PKI
Operasi militer untuk menangkap Aidit akhirnya dimulai.
Pada 22 November 1965, pasukan militer menggerebek rumah Mayor Kaderi Harjomartono, tempat Aidit bersembunyi setelah dipindahkan dari rumah Sriharto.
Namun, Aidit tak langsung ditemukan. Salah satu rekannya, Sudarmo, tertangkap, sementara Aidit masih berhasil mengelak dari pandangan para petugas.
Namun, keberuntungan Aidit tak bertahan lama.
Di tengah malam yang mencekam, Letda Ning Prajitno dan pasukannya kembali melakukan penggeledahan di rumah tersebut.
Dengan cermat, mereka menyisir setiap sudut hingga akhirnya menemukan Aidit bersembunyi di balik lemari dalam kamar kecil. Aidit tak bisa lagi lari.
Penangkapan tersebut menjadi akhir dari pelarian dramatis Aidit.
Tak lama setelah ditemukan, pria yang pernah memimpin PKI itu dieksekusi di kebun pisang, mengakhiri babak terakhir perjalanan hidupnya yang penuh intrik dan konspirasi.
Pelariannya yang penuh ketegangan dan pengkhianatan, kini menjadi salah satu kisah tragis dalam sejarah Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Siapa Pendiri Banser NU? Inilah Muhammad Zainudin Kayubi, Komandan Pertama Banser yang Ikut Memberantas PKI di Blitar
Mengenal Sosok Kyai Ali Manshur, Ulama Pencetus Sholawat Badar yang Fenomenal, Benarkah Dipakai untuk Menandingi Hymne PKI?
Mengenal Sosok Fransisca Fanggidaej Nenek Reza Rahadian, Tokoh Jurnalis yang Pernah Terseret Peristiwa G30S PKI
Takdirnya Terlupakan! Dari Era Majapahit Hingga PKI, Inilah Sejarah Kelam Keberadaan Candi Deres di Jember
Pernah Batal Gara-Gara PKI, Inilah 4 Fakta Peringatan Hari Olahraga Nasional Atau HAORNAS