Kemudian Kerajaan Sumedang Larang mengalami perubahan nama lagi dari Tembong Agung menjadi Himbar Buana.
Perubahan itu terjadi di masa pemerintahan Prabu Tajimalela, putra Prabu Aji Putih, nama Himbar Buana memiliki arti Menerangi Alam.
Singkat cerita, Prabu Tajimalela mewariskan Kerajaan Himbar Buana ke Putranya yang diberikan gelar Prabu Gajah Agung.
Pada masa pemerintahan Prabu Gajah Agung, barulah nama Kerajaan tersebut menjadi Sumedang Larang hingga sekarang.
Merujuk p2k.stekom.ac.id Kerajaan Sumedang Larang mencapai masa kejayaannya di abad ke-16.
Kerajaan Sumedang Larang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang, diantaranya politik, ekonomi, seni, dan budaya.
Selama berdiri dimulai abad ke-8 hingga keruntuhannya, status Kerajaan Sumedang Larang adalah bagian dari Kerajaan Sunda - Galuh yang tergabung dalam Kerajaan Pajajaran.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Apa Penyebab Dodol Garut Disebut Jajanan Manis Terbaik? Mengenal Perkembangan Kudapan Khas Jawa Barat yang Melegenda
Misteri Prabu Angling Dharma: Jejak Legenda Kerajaan Jawa yang Masih Hidup di Bojonegoro, Benar atau Mitos?
Jejak Pelarian Prabu Siliwangi di Cagar Alam Leuweung Sancang Garut hingga Legenda Maung Bodas
Sejarah Bahasa Sunda Sejak Kerajaan-kerajaan di Jawa Barat Berkuasa di Nusantara: Kini Sudah Tidak Otentik!
Konon Menjadi Satunya-satunya Candi Bercorak Hindu di Tanah Sunda, Inilah Candi Cangkuang di Garut Peninggalan Abad ke-8
Cabang dari Kerajaan Galuh! Benarkah Hindu Bali Masih Satu Rumpun dengan Sunda di Masa Lalu?
Sosok Maulana Yusuf: Menjadi Raja di Usia Tua dan Berhasil Kalahkan Kerajaan Besar Pajajaran
Terdapat 4 Patung Singa yang Mirip corak Hindu, Inilah Candi Ngawen di Magelang Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno