SketsaNusantara.id- Menguak misteri di balik adanya sebuah pusat perdagangan yang saat ini hanya tinggal cerita.
Pusat perdagangan ini berlokasi di ujung Utara Sumatera. Lebih tepatnya 30 km dari wilayah Banda Aceh.
Adanya pusat perdagangan ini ternyata erat kaitannya dengan sebuah kerajaan di Aceh Besar. Yakni Kerajaan Lamuri.
Kerajaan tersebut diperkirakan berdiri sejak abad ke-8 atau ke-9. Keberadaan kerajaan tersebut membuat wilayah Lamreh, Aceh Besar menjadi pusat perdagangan.
Tak tanggung-tanggung, bahkan sempat menjadi jalur perdagangan dunia. Kerajaan ini juga pernah menjalin hubungan dagang.
Mereka menjalankan hubungan dagang dengan deretan negara asing seperti China, Vietnam, Thailand, India hingga Arab.
Munculnya perdagangan internasional ini dimulai sejak abad ke 13 sampai 16 Masehi. Dahulu menjadi pusat perdagangan yang ramai.
Dahulu, perdagangan yang ada di Aceh ini menjadi penghasil kapur barus atau kamfer dan kayu aromatik.
Namun pada abad ke-14, wilayah tersebut diserang oleh tsunami yang menghancurkan wilayah rendah di tanjung tersebut.
Baca Juga: Selamat Haornas! Inilah 5 Olahraga Khas Kerajaan Majapahit, Ada yang Sudah Punah
Abad ke-15 juga pernah dikunjungi oleh armada Tiongkok di bawah pimpinan Laksamana Zeng He.
Hal ini dibuktikan dengan adanya peninggalan berupa keramik yang pernah membuat rotasi perdagangan mereka makmur.
Artikel Terkait
Membongkar Kisah di Balik Pulau Miangas, Gerbang Perdagangan Terluar Indonesia! Lebih Dekat dengan Filipina?
Tewas di Tangan Laksamana Malahayati Namun Berhasil Membuka Jalur Perdagangan Eropa ke Asia, Inilah Sejumlah Fakta Cornelis de Houtman
Mengenang Kisah Viral Janin Bisa Mengaji di Aceh Tahun 70-an yang Menggemparkan Indonesia, Kini Sosok Sang Ibu Misterius dan Jadi Tanda Tanya Besar
Lengkap! Daftar 98 Nama Cagub dan Cawagub Pilkada 2024 di 37 Provinsi dari Aceh, Jawa Timur, hingga Papua Selatan
Mengulik Candi Asu yang Konon Merupakan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Dibangun dari Abad ke-9
Selamat Haornas! Inilah 5 Olahraga Khas Kerajaan Majapahit, Ada yang Sudah Punah