Kamis, 4 Juni 2026

Kota Hilang di Aceh, Kok Bisa? Ternyata Ini Pemicu Lenyapnya Pusat Perdagangan Kerajaan Lamuri yang Sempat Berjaya

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Senin, 9 September 2024 | 17:00 WIB
Ilustrasi pusat perdagangan di Aceh sejak zaman  kerajaan.  (Freepik/ tawatchai07)
Ilustrasi pusat perdagangan di Aceh sejak zaman kerajaan. (Freepik/ tawatchai07)

SketsaNusantara.id- Menguak misteri di balik adanya sebuah pusat perdagangan yang saat ini hanya tinggal cerita. 

Pusat perdagangan ini berlokasi di ujung Utara Sumatera. Lebih tepatnya 30 km dari wilayah Banda Aceh

Adanya pusat perdagangan ini ternyata erat kaitannya dengan sebuah kerajaan di Aceh Besar. Yakni Kerajaan Lamuri

Baca Juga: Kerajaan Hindu di Aceh, Intip Sejarah Singkat Lamuri yang Punya Banyak Sebutan hingga Jadi Cikal Bakal Kesultanan Aceh Darussalam

Kerajaan tersebut diperkirakan berdiri sejak abad ke-8 atau ke-9. Keberadaan kerajaan tersebut membuat wilayah Lamreh, Aceh Besar menjadi pusat perdagangan. 

Tak tanggung-tanggung, bahkan sempat menjadi jalur perdagangan dunia. Kerajaan ini juga pernah menjalin hubungan dagang. 

Mereka menjalankan hubungan dagang dengan deretan negara asing seperti China, Vietnam, Thailand, India hingga Arab. 

Baca Juga: Profil Yovinus Solo, Tersangka Dugaan Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang yang Dilantik jadi Anggota DPRD Kabupaten Sikka NTT

Munculnya perdagangan internasional ini dimulai sejak abad ke 13 sampai 16 Masehi. Dahulu menjadi pusat perdagangan yang ramai. 

Dahulu, perdagangan yang ada di Aceh ini menjadi penghasil kapur barus atau kamfer dan kayu aromatik. 

Namun pada abad ke-14, wilayah tersebut diserang oleh tsunami yang menghancurkan wilayah rendah di tanjung tersebut. 

Baca Juga: Selamat Haornas! Inilah 5 Olahraga Khas Kerajaan Majapahit, Ada yang Sudah Punah

Abad ke-15 juga pernah dikunjungi oleh armada Tiongkok di bawah pimpinan Laksamana Zeng He. 

Hal ini dibuktikan dengan adanya peninggalan berupa keramik yang pernah membuat rotasi perdagangan mereka makmur. 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: TikTok @razzakgo.ai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X