Sabtu, 4 Juli 2026

Kerajaan Hindu di Aceh, Intip Sejarah Singkat Lamuri yang Punya Banyak Sebutan hingga Jadi Cikal Bakal Kesultanan Aceh Darussalam

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Senin, 9 September 2024 | 11:30 WIB
Benteng Indrapatra peninggalan Kerajaan Lamuri Aceh. (Instagram/@teukuzaqhlul)
Benteng Indrapatra peninggalan Kerajaan Lamuri Aceh. (Instagram/@teukuzaqhlul)

Lokasi Kerajaan Lamuri nampak begitu strategis yang mana letaknya menghadap ke laut berada di persimpangan perdagangan Internasional yang penting kala itu, yaitu Selat Malaka dan Samudera Hindia.

Sejarah Selat Malaka yang mempunyai hubungan erat dengan kegiatan perdagangan dan pelayaran, membuat kerajaan-kerajaan yang terletak di wilayah Aceh (terkhusus yang menghadap ke Selat Malaka, termasuk Kerajaan Lamuri) masuk kedalam lingkaran perdagangan Internasional.

Baca Juga: Kini Jadi Sentra Produsen Ciu! Desa di Jawa Tengah Ini Menyimpan Kisah Keturunan Kerajaan Majapahit, Bikin Takjub Ratu Surakarta Karena Gemerlapnya

Berdasarkan Prasasti Tanjore dari abad ke-10, mengungkapkan bahwa Kerajaan Lamuri pernah mendapatkan serangan dari Kerajaan Cola asal India.

Dalam sejarahnya, Prasasti Tanjore dikeluarkan penguasa Cola, Rajendracola 1 pada tahun 1030 M, sekitar lima tahun setelah ekspedisi ke wilayah Sumatera dan sekitarnya.

Prasasti Tanjore mencatat Ilamuridesam sebagai salah satu kerajaan yang ditaklukkan, selain Sriwijaya, Panai, dan Melayu.

Baca Juga: Peninggalan Jejak Kerajaan Majapahit Nyempil di Pulau Dewata! Pura Ala Jatim di Bali ini Punya Cerita dari Sosok Gajah Mada

Menurut George Coedes dalam Asia Tenggara Masa Hindu-Buddha mengidentifikasi bahwa Ilamuridesam adalah Kerajaaan Lamuri.

Kerjaan Lamuri yang porak poranda akibat serangan Kerajaan Cola mengalami kebangkitan kembali di masa Kejayaan Sriwijaya Abad III-VII.

Penamaan Ilamuridesam dimulai sejak kekalahan Kerajaan Lamuri oleh Kerajaan Cola.

Diketahui, Kerajaan Lamuri bukanlah kerajaan Islam pertama, seusai kekalahannya penduduk di wilayah Kerajaan tersebut mayoritasnya adalah orang Tamil.

Pakar Geografi Tiongkok, Chau- Yu-Kwa, dalam Chen Fan Che pada 1225, menyebutkan bahwaKerajaan Ilamuridesam atau Lamuri dilafalkan dengan Lan-Wu-Li.

Kerajaan tersebut dicirikan belum adanya corak Islam dan istananya masih memiliki dua ruang tamu.

Kemudian, menurut catatan asing dari abad ke-13 menunjukkan masa itu masyarakat di Lamuri atau Ilamuridesam memeluk agama Hindu.

Marcopolo, penjelajah asal Venesia pernah singgah di Sumatera pada tahun 1292 M, menyebut penduduk Lamuri di Sumatera belum beragama Islam.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X