Sebagian besar arkeolog sepakat bahwa ibukota Majapahit berada di Trowulan, Jawa Timur, didukung oleh temuan situs-situs arkeologis dan catatan Negarakertagama.
Meski demikian, ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa ibukota Majapahit terletak di Kedaton, Jombang, berdasarkan penemuan candi dan asal kata "kedaton" yang berarti keraton.
Hilangnya Keraton Majapahit menyisakan banyak teori dan spekulasi:
1. Pelapukan Alamiah
Bahan bangunan keraton yang sebagian besar organik mungkin mengalami pelapukan seiring waktu, berbeda dengan candi-candi batu yang masih bertahan hingga kini.
2. Bencana Alam
Kemungkinan keraton terkubur oleh abu vulkanik atau lumpur lahar dari sungai, mengingat lokasi Jawa Timur yang dikelilingi gunung-gunung aktif.
3. Konflik dan Serangan
Menurut Babad Tanah Jawa, serangan dari Demak Bintoro sekitar tahun 1400-an menghancurkan Majapahit, meski beberapa ahli meragukan kebenarannya dan menganggapnya sebagai propaganda kolonial Belanda.
4. Serangan Kediri
Atmodarminto menyebut serangan dari Kediri yang dipimpin oleh Girindrawardhana sebagai pemicu kehancuran Majapahit, yang kemudian diikuti oleh serangan Demak untuk menggulingkan penguasa yang dianggap tidak sah.
5. Penjarahan Kolonial
Pada awal 1800-an, Trowulan kehilangan jutaan kubik tanah akibat penggalian ilegal oleh para pemburu harta Majapahit, yang kemungkinan menyebabkan hilangnya artefak penting.
Artikel Terkait
Akhir Kejayaan Kerajaan Majapahit di Nusantara dalam Tabir Misteri Tokoh Sejarah Legendaris
Takdirnya Terlupakan! Dari Era Majapahit Hingga PKI, Inilah Sejarah Kelam Keberadaan Candi Deres di Jember
Tersembunyi di Probolinggo! Air Terjun Tertinggi di Pulau Jawa Ini Ternyata Menyimpan Sejarah Tokoh Legendaris Kerajaan Majapahit
4 Fakta Patok Puser Kerajaan Majapahit: dari Umpak Gajah Patih Gajah Mada hingga Paku Nusantara, Kalau Tercabut Bisa...
Inilah Candi Bajang Ratu Peninggalan Kerajaan Majapahit, Terdapat Relief Cerita Peruwatan Lokasinya di…