Konon katanya, setiap hari di Gunung Ungaran selalu terdengar rintihan Dasamuka yang menangis hingga memunculkan sebuah tempat pemandian air panas.
Selain itu, masyarakat setempat juga meyakini bahwa Dasamuka adalah seorang raksasa yang suka minum-minuman keras.
Jadi kalau ada pengunjung yang datang membawanya, sama saja ia seperti membangunkan Dasamuka karena mencium aroma minumannya.
Jika Dasamuka telah terbangun, kemungkinannya daerah tersebut ditandai dengan munculnya gempa kecil dan sumber mata air panas yang semakin panas.
Masyarakat juga percaya bahwa Candi Gedong Songo dihuni oleh mahluk tak kasat mata yang merupakan penunggu di area itu yang bernama Mbah Murdo.
Kemudian ada pendapat lain mengatakan bahwa Candi Gedong Songo dibangun oleh Ratu Sima dari Kerajaan Kalingga sebagai persembahan kepada Dewa saat ia mengalami masalah.
Ratu Sima akan bersemedi di kawasan candi tersebut hingga dirinya mendapatkan pencerahan atas masalah yang sedang dihadapinya.
Demikianlah kisah mistik yang beredar dan dipercayai oleh masyarakat mengenai area Candi Gedong Songo di Semarang.
Sampai sekarang, Candi Gedong Songo ramai dikunjungi oleh para pengunjung dan menjadi destinasi wisata favorit karena keindahannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Kudus Punya Cerita! Kupas Jejak Peninggalan Kerajaan Kalingga, Puncak Songolikur Jadi Pintu Gerbang Aneka Misteri
Benteng Fort Rotterdam, Peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo di Sulsel Kini Alih Fungsi Jadi Wisata Sejarah nan Edukatif
Peninggalan Kerajaan Kalingga Paling Unik di Jepara, Candi Angin dengan Segudang Misteri, Batu Terbang Sendiri?
Akhir Kejayaan Kerajaan Majapahit di Nusantara dalam Tabir Misteri Tokoh Sejarah Legendaris
Akhirnya Terungkap! Jejak Istana Kerajaan Pajajaran: Berawal dari Penelitian Raffles dan Spekulasi
Tersembunyi di Probolinggo! Air Terjun Tertinggi di Pulau Jawa Ini Ternyata Menyimpan Sejarah Tokoh Legendaris Kerajaan Majapahit