Jumat, 26 Juni 2026

Legenda Datu Banua Lima: Para Panglima Sakti yang Bikin Prajurit Majapahit Kocar-kacir Kembali ke Jawa

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Senin, 2 September 2024 | 13:00 WIB
Panglima Sakti Datu Banua Lima yang membuat Majapahit Kewalahan. (X/ @Irwan_Nen)
Panglima Sakti Datu Banua Lima yang membuat Majapahit Kewalahan. (X/ @Irwan_Nen)

Kedua kerajaan ini menjalin hubungan erat, saling menghormati, dan berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam.

Namun, harmoni ini terancam ketika Majapahit, di bawah komando Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk, mengincar Nusantara, termasuk Borneo, sebagai bagian dari ambisinya untuk menyatukan kepulauan.

Baca Juga: Takdirnya Terlupakan! Dari Era Majapahit Hingga PKI, Inilah Sejarah Kelam Keberadaan Candi Deres di Jember

Tertarik oleh kemakmuran Tanjungpuri dan Nan Sarunai, yang dikenal memiliki istana berlapis emas, Majapahit mengirimkan ekspedisi militer pertamanya pada tahun 1356 Masehi, dipimpin oleh Senopati Arya Manggala.

Ketika Majapahit melancarkan serangan dengan 5.000 pasukannya, Kerajaan Nan Sarunai segera meminta bantuan dari Tanjungpuri.

Raja Tanjungpuri kemudian mengirim Datu Banua Lima beserta 1.000 prajurit untuk bergabung dalam pertempuran melawan pasukan Majapahit.

Baca Juga: Tersembunyi di Probolinggo! Air Terjun Tertinggi di Pulau Jawa Ini Ternyata Menyimpan Sejarah Tokoh Legendaris Kerajaan Majapahit

Perang dahsyat pun terjadi, di mana darah tumpah ruah di kedua belah pihak.

Meski Majapahit dikenal sebagai kerajaan yang tak terkalahkan, kekuatan dan kesaktian Datu Banua Lima membuat mereka terdesak.

Panglima Alai dengan strategi jitu, Panglima Tabalong yang tak kenal takut, serta Panglima Balangan yang tak tergoyahkan dalam menjaga rajanya, berhasil memukul mundur pasukan Majapahit.

Baca Juga: Akhir Kejayaan Kerajaan Majapahit di Nusantara dalam Tabir Misteri Tokoh Sejarah Legendaris

Bahkan, Senopati Arya Manggala tewas di tangan Panglima Hamandit dan Panglima Tapin, yang beradu kesaktian dengan para pendekar Majapahit.

Kegagalan ekspedisi pertama tak membuat Majapahit menyerah.

Dua tahun kemudian, pada 1358 Masehi, Majapahit kembali mengirimkan pasukan yang lebih besar, kali ini dipimpin oleh Laksamana Nala.

Baca Juga: Termasuk Cagar Budaya, Arca Harihara Jadi Perwujudan Pendiri Kerajaan Majapahit, Punya Ciri Sangat Khas

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube orang dayak maanyan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X