Gajah Mada dikenal karena ambisinya yang luar biasa, seperti yang tercermin dalam Sumpah Palapa-nya, di mana ia bersumpah tidak akan menikmati hidupnya sebelum menyatukan seluruh Nusantara.
Namun, ambisi Gajah Mada juga memicu konflik, termasuk Perang Bubat pada tahun 1357 dengan Kerajaan Sunda.
Konflik ini berakhir tragis dengan banyak korban jiwa, termasuk bunuh diri sang putri, Citra Rashmi.
Setelah kematian Gajah Mada pada tahun 1364 dan Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit mulai mengalami kemunduran.
Kemunduran Majapahit semakin nyata setelah kematian Hayam Wuruk.
Perseteruan internal dan kemunculan kerajaan-kerajaan Islam mempercepat keruntuhan Majapahit.
Kesultanan Malaka yang berdiri pada tahun 1398 dan Kerajaan Islam Demak yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1468 semakin mengikis kekuasaan Majapahit.
Puncaknya, pada tahun 1527, Kerajaan Demak menghancurkan ibukota Majapahit, Daha, menandai berakhirnya era kejayaan Majapahit dan membuka babak baru yang didominasi oleh kerajaan-kerajaan Islam.
Gajah Mada, yang lahir pada tahun 1291, adalah salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah Majapahit.
Dikenal juga sebagai Jernodara, Gajah Mada merupakan Mahapatih yang memainkan peran kunci dalam kejayaan Majapahit.
Melalui Sumpah Palapa yang terkenal, ia berkomitmen untuk tidak menikmati hidupnya hingga berhasil menyatukan nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
Berbagai mitos mengelilingi asal-usulnya, dari kelahiran yang konon dari buah kelapa di Pulau Bali hingga keturunan Dewa Brahma.
Artikel Terkait
Ternyata di Dekat Pantura Probolinggo Ada Candi Megah Peninggalan Era Majapahit, Pernah Dikunjungi Raja Hayam Wuruk?
Agendakan Rencana Libur Akhir Pekan di Wisata Desa BMJ Mojokerto, Nuansa Budaya Majapahit dengan Pabrik Coklat yang Menggaet Perhatian
Situs Peninggalan Kerajaan Majapahit, Goa Suci di Tuban yang Menjadi Kebanggan dari Desa Wangun
4 Pusaka Majapahit yang Menjadi Simbol Kejayaan Kerajaan Ini, Ternyata Tidak Ada di Indonesia?