SketsaNusantara.id- Mengenal sebuah peninggalan legendaris dari Blitar yang bahkan masih diabadikan sampai saat ini.
Peninggalan itu berupa benda yang dipercaya terkenal sakti pada zamannya. Dikenal dengan sebutan pecut sakti.
Rupanya ada sejarah dibalik pecut sakti yang pernah menyelamatkan warga Blitar dari bencana alam, bahkan dipercaya memiliki khodam.
Peninggalan tersebut ada pada era Kanjeng Adipati Sosrohadinegoro. Ia adalah sosok Bupati Blitar.
Masa pemerintahan Bupati Blitar ini yakni era tahun 1896 sampai 1917. Saat itu ia merasa gusar oleh letusan Gunung Kelud.
Bagaimana tidak, bencana alam tersebut telah membuat masyarakat Blitar menjadi korban. Hingga Bupati Blitar tak tinggal diam.
Ia memiliki senjata yang dikenal dengan pecut sakti. Bukan senjata biasa, lantaran bisa menyelamatkan warga Blitar dari bencana Gunung Kelud.
"Konon katanya pecut sakti ini dapat membelah aliran lahar gunung kelud," ujar pembicara narasi dalam TikTok @eltha.story.
Dengan terbelahnya lahar letusan gunung. Lahar itu belok ke arah lain yang biasanya menyerang warga Blitar.
Baca Juga: Disebut Janda Menor, Ria Ricis Bungkam Tukang Julid dengan Cek Khodam: Boikot...
Pecut sakti itu memiliki nama khusus. Warga Blitar saat itu mengenalnya dengan nama Pecut Samandiman.
Konon, siapapun yang memiliki senjata itu. Mereka akan ditakuti oleh musuhnya karena dikenal sebagai senjata sakti.
Artikel Terkait
Tak Hanya Anies Baswedan, Habib Jafar Ternyata Juga Ikutan Ramai Ditanyain Netizen soal Khodam, Jawabannya Auto Bikin Ngakak
Isi Ramalan Jayabaya tentang Masa Depan Nusantara, Ada Bencana Alam hingga Satria Piningit sebagai Pemimpin Indonesia
Terbebas dari Siksa Kubur Gara-Gara Rutin Membaca Amalan dari Gus Iqdam Blitar Ini, Singkat Banget, Pendosa Wajib Tahu
7 Link Twibbon Perayaan HUT ke-700 Kabupaten Blitar, Semarakkan HJB 2024 di Media Sosial Tepat Hari Ini!
Bukan di Blitar! Ternyata di Sinilah Permintaan Terakhir Soekarno untuk Dimakamkan, Tak Dipenuhi Karena Alasan Ini...
Sejarah Minuman Khas Betawi, Bir Pletok: Tidak Memabukkan, Namun Manfaatnya Bukan Kaleng-Kaleng