Ternyata doa sang ibu langsung dikabulkan oleh Allah dengan cara membuat si gadis berubah menjadi kaku secara berlahan.
Awalnya sang anak kesemutan, lalu struk ringan dan kemudian kaku hingga setengah badan.
Saat belum kaku sepenuhnya itulah, si gadis menangis dan memohon ampun kepada sang ibu untuk memaafkan segala kesalahannya.
Namun rupanya hal itu sudah tak bisa dirubah lagi, sang anak gadis berlahan berubah total menjadi batu seperti patung orang yang sedang menangis.
Legenda hanyalah legenda yang tak bisa dibuktikan kebenarannya, namun satu hal yang pasti dari cerita legenda yang ada di seluruh Nusantara selalu memiliki pesan atau nilai-nilai moral yang bisa diambil dan bisa dijadikan sebagai pelajaran kehidupan.
Legenda batu menangis dari Kalimantan Selatan ini mengajarkan kita tentang pentingnya menghormati dan menghargai orang tua. Sikap durhaka dan egois dapat membawa konsekuensi yang serius pada kehidupan kita sebagai anak manusia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Cerita Legenda Rakyat Jepara Masa Sunan Muria, Realistic Tales: Yuyu Nggotho dan Ular Lempe, Siap Bertemu?
Denny Sumargo Akan Sambut Kelahiran Anak Pertama! Ini Cerita Olivia Allan Perjuangkan Kehamilan Hingga Gugur 3 Kali
Menilik Cerita 6 Juta Gulden Terakhir Sultan HB IX dari Rakyat Jogja yang Buat Bung Karno Terkesan, Cikal Bakal DIY?
Cerita Rakyat Nusantara Jawa Timur: Apa itu Reog Ponorogo? Sayembara Pernikahan dan Pertarungan Singo Barong dan Klono Sewandono
Berdiri Hampir 300 Tahun, Intip Sejarah Tempat Ibadah Paling Kuno di Nganjuk, Masjid Al Arfiyyah Punya Cerita
Menelusuri Goa Langsih Tempat Bertapa Sunan Kalijaga, Benarkah Ada Cerita Menarik di Bagian Dalamnya?