Kamis, 4 Juni 2026

Demang Lehman: Kepalanya Dipajang di Museum Belanda, Panglima Perang Banjar Dikubur Tanpa Kepala

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 07:45 WIB
Demang Lehman, yang dikubur tanpa kepala karena berada di Museum Belanda. (X/ @nmraziz)
Demang Lehman, yang dikubur tanpa kepala karena berada di Museum Belanda. (X/ @nmraziz)

SketsaNusantara.id - Meski tak sepopuler pahlawan lainnya, nama Demang Lehman tetap dikenang sebagai salah satu sosok penting dalam sejarah Perang Banjar.

Lahir dengan nama "Idies" pada tahun 1832 di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, ia tumbuh menjadi seorang panglima yang berani dan dihormati.

Dengan gelar "Kiai Demang," ia diangkat menjadi pemimpin distrik Lalawangan (distrik) Kesultanan Banjar, sekaligus menjadi kepercayaan Pangeran Hidayatullah.

Baca Juga: Menolak Lupa! Kilas Balik Tragedi Pengeboman Candi Borobudur 1985, Aksi Terorisme Tercela yang Meninggalkan Luka pada Warisan Budaya Dunia

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @fadjroelrachman7, pada 30 Agustus 1859, ia memimpin 3.000 prajurit untuk menyerang Istana Bumi Selamat yang saat itu diduduki Belanda.

Serangan ini hampir menewaskan Letnan Kolonel Boon Ostade, dan menjadi bukti betapa hebatnya strategi Demang Lehman di medan perang.

Tak hanya itu, ia juga berhasil merebut Benteng Tabaniau dari tangan Belanda, menjadikannya sebagai benteng terakhir yang dipertahankan mati-matian oleh pasukan Banjar.

Baca Juga: Mbah Moedjair Blitar: Bukan Ilmuwan, Tapi Temuan Hebatnya Terkenal di Seluruh Jawa Timur, Penemu Ikan Mujair?

Belanda tidak tinggal diam. Berkali-kali mereka mencoba merebut kembali Benteng Tabaniau dengan mengerahkan pasukan besar dan persenjataan lengkap.

Namun, Demang Lehman bersama para pejuang lainnya selalu berhasil mempertahankannya.

Ketangguhan mereka menjadikan Demang Lehman sebagai sosok yang ditakuti sekaligus dibanggakan oleh rakyat Banjar.

Baca Juga: Istimewa! Habib Abdullah bin Idrus Bocorkan Rahasia 3 Amalan Agar Kita Didampingi Rasullullah saat Sakaratul Maut Tiba

Namun, keberuntungan tidak selalu berpihak. Pada tahun 1861, dalam pertempuran sengit yang terjadi, Demang Lehman akhirnya tertangkap.

Penangkapannya membuat masyarakat gentar, sehingga tak ada yang berani menjenguknya selama di penjara.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: TikTok @fadjroelrachman7

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X