Kamis, 4 Juni 2026

Ini Tempat Lahir Bendera Merah Putih Ketika Era Jayakatwang, Lokasinya di Desa…

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 14:45 WIB
Desa Ngurawan yang juga terdapat Situs Ngurawan (TikTok.com/@gusmamak)
Desa Ngurawan yang juga terdapat Situs Ngurawan (TikTok.com/@gusmamak)

SketsaNusantara.idMadiun merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki jejak sejarah berdirinya Nusantara dari zaman kerajaan hingga penjajahan.

Ternyata, Madiun juga merupakan tempat saksi bisu lahirnya bendera merah putih yang merupakan bendera nasional Indonesia.

Konon, bendera merah putih pernah dikibarkan pertama kali oleh Raja Jayakatwang.

Baca Juga: Masih Serumpun Melayu, Kenapa Indonesia dan Malaysia Sering Berselisih? Sejarah Deklarasi Perang dari Soekarno

Ia adalah seorang Bupati Gelang-gelang yang kini merupakan salah satu daerah sekitar Madiun dan merupakan wilayah dari Kadiri sedangkan Kediri adalah daerah yang ditaklukan oleh Kerajaan Singosari.

Raja Jayakatwang juga dikenal sebagai seorang cucu dari Raja Kertajaya yang merupakan penguasa Kerajaan Kediri.

Raja Jayakatwang diketahui pernah menyerang Kerajaan Singosari serta menggulingkan Raja Kertajaya pada tahun 1292 dan kemudian membangun kembali Kerajaan Kediri.

Baca Juga: Apa Perbedaan Arti Kata 'Mataram' di India dan Indonesia? Mengenal Makna dan Fakta dari Istilah yang Terkenal dalam Sejarah Nusantara

Saat melakukan penyerangan tersebut, Raja Jayakatwang mengibarkan bendera merah putih untuk digunakan sebagai panji-panji kebesaran dan cerita ini terdapat pada catatan Prasasti Kudadu dan Serat Pararaton. Dan akhirnya, bendera merah putih dijadikan simbol kebesaran Kerajaan Kediri.

Dilansir dari Tiktok milik @gusmamak oleh SketsaNusantara.id, ketika berhasill menguasai wilayah Kediri, Raja Jayakatwang mengampuni anak dari Raja Kertanegara yang bernama Raden Wijaya. Selain itu, ia juga pernah memberikan tanah perdikan di Hutan Tarik, Sidoarjo.

Pada tahun 1293, tiba-tiba pasukan Mongol datang dan berjumlah 30.000. Mereka datang ke Jawa untuk menghukum Kertanegara atas pembunuhan utusan Mongol. Kedatangan pasukan Mongol tersebut menjadi pembawa sial untuk Raja Jayakatwang.

Baca Juga: Tragedi Bultiken 1964: Sejarah Berdarah Kesultanan Bulungan, Dalangnya dari Tentara Nasional?

Melalui tipu muslihat Raden Wijaya, pasukan Mongol datang di Hutan Tarik namun mereka malah mendatangi Raja Jayakatwang. Meskipun diterima baik, tetapi setelahnya pasukan Mongol langsung menangkapnya beserta keluarganya.

Saat ia ditangkap, Raja Jayakatwang dipenggal serta jasadnya konon dibuang di laut pada saat sedang melakukan perjalanan ke Cina. Dan akhirnya Raden Wijaya tunduk kepada Mongol.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: Tiktok @gusmamak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X