Kamis, 4 Juni 2026

Selain Punya Hak Istimewa Seperti Yogyakarta dan Aceh, Ini Alasan Masyarakat Banten Ingin Pisah dari Jawa Barat

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Rabu, 31 Juli 2024 | 17:15 WIB
Alasan masyarakat Banten ingin memisahkan diri dari Jawa Barat. (X @potretlawas)
Alasan masyarakat Banten ingin memisahkan diri dari Jawa Barat. (X @potretlawas)

 

SketsaNusantara.id - Banten, provinsi yang terletak di ujung barat Pulau Jawa, memiliki kisah perjuangan yang menginspirasi dan penuh warna.

Sebelum resmi menjadi provinsi pada 4 Oktober 2000, Banten adalah bagian dari Jawa Barat.

Sejak tahun 1950-an, keinginan masyarakat Banten untuk memisahkan diri sudah muncul, namun sering kali mengalami kegagalan.

 Baca Juga: Filosofi Ojo Gumunan Ojo Getunan Ojo Kagetan Ojo Aleman, Petuah Sunan Kalijaga Wali Songo yang Populer dan Menjamur di Pulau Jawa

Melansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Acalapati Studio, berbagai alasan mendorong perjuangan ini, termasuk ketertinggalan pembangunan, tingginya angka kemiskinan, dan masalah pendidikan.

Banten merasa perlu menjadi provinsi sendiri untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan.

Hal ini karena adanya ketimpangan signifikan dibandingkan daerah lain di Jawa Barat, seperti Serang, Pandeglang, dan Lebak.

 Baca Juga: Paskibraka Pertama? Inilah 3 Tokoh Pengibar Bendera Merah Putih saat 17 Agustus 1945, Ada Istri Sayuti Melik

Rasa ketidakadilan juga menjadi pendorong utama, terutama ketika Banten merasa layak mendapatkan status istimewa seperti Yogyakarta dan Aceh.

Ini Banten dapatkan mengingat sejarahnya sebagai pusat perdagangan maju sejak abad ke-14 dan kontribusinya dalam perjuangan melawan Belanda.

Keinginan untuk mendapatkan pengakuan serupa mendorong masyarakat Banten untuk berjuang keras.

 Baca Juga: Mengenal Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara: Gagal Menjadi Dokter, Malah Jadi Pahlawan Nasional

Proses pemisahan ini tidaklah mudah. Pada era Orde Baru, gerakan tersebut sering kali dituduh sebagai bagian dari operasi PKI dan mengalami banyak hambatan.

Namun, pasca-Reformasi 1998, Embay Mulya Syarif dan tokoh Banten lainnya memanfaatkan peluang untuk memperjuangkan status provinsi dengan dukungan Presiden BJ Habibie.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube Acalapati Studio

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X