Minggu, 19 Juli 2026

Kisah Sang Panglima Laskar Sabilillah dari Singosari Malang, Inilah Perjalanan Sosok KH Masykur yang Legendaris

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Jumat, 26 Juli 2024 | 20:43 WIB
Sosok KH Masykur, panglima Laskar Sabilillah dari Singosari Malang (Instagram/@cak_noel57)
Sosok KH Masykur, panglima Laskar Sabilillah dari Singosari Malang (Instagram/@cak_noel57)


SketsaNusantara.id - KH Masykur merupakan tokoh pejuang Kemerdekaan Indonesia sekaligus pemimpin Laskar Sabilillah.

Bersama Laskar Sabilillah dan Laskar Hizbullah, KH Masykur berjuang mengawal kemerdekaan Indonesia.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman kemenag.go.id, atas jasa-jasanya Kyai Masykur dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi pada November 2019.

Lahir pada 30 Desember 1902 di Singosari, Malang, Jawa Timur, di umurnya yang baru menginjak 9 tahun, KH Masykur telah menunaikan ibadah haji bersama orang tuanya.

Baca Juga: Siapa Kyai Syafi'i Pijoro Negoro? 5 Fakta Ulama Nusantara Pengasuh Ponpes Usia 415 Tahun di Semarang

Sepulangnya dari tanah suci, KH Masykur menimba ilmu di Pondok Pesantren Bungkuk, yang dipimpinan oleh KH. Thahir.

Setelah itu, KH Masykur melanjutkan pendidikan agamanya di Pondok Pesantren Sono, Buduran, Sidoarjo.

Di sana, KH Masykur mendalami ajaran ilmu nahwu sharaf selama 4 tahun. Selepas itu, KH Masykur memperdalam ilmu fiqih di pondok pesantren Siwalan, Panji, Sidoarjo.

Setelah menuntut ilmu di beberapa pondok pesantren, KH Masykur mendatangi Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari.

Di pondok pesantren Tebu Ireng tersebut, ia mengaji dan mempelajari ilmu tafsir dan hadits.

Baca Juga: Makam Kyai Abbas Buntet Cirebon, Selalu Didatangi Ribuan Peziarah Tiap Tahunnya: Siapa Dia Sebenarnya?

Tak berhenti sampai di situ saja, KH Masykur kembali melanjutkan studinya di pesantren Bangkalan, Madura.

Di sana, ia belajar bersama Syaikona Kholil Bangkalan, mengaji Qiraat Al-Qur'an.

Setelah belajar mengaji dengan Syaichona Cholil, KH Masykur melanjutkan belajar mengajinya di pondok pesantren Jamsaren Solo, Jawa Tengah.

Setelah belajar di beberapa pondok pesantren. KH masykur kembali ke tanah kelahirannya untuk mengabdi dan mempraktekkan ilmu yang di dapat kepada masyarakat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kemenag.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X