Sosok ini diyakini guru dari ulama besar Muhammad Saleh bin Umar As-Shamarani atau terkenal dengan nama Kiai Sholeh Darat yang makamnya berada di Semarang.
Sementara Kiai Soleh Darat sendiri adalah seorang guru dari KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan.
Makam ulama besar ini pertama kali ditemukan oleh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Pekalongan, seorang ulama besar yang juga menjadi mursyid thariqah-thariqah di Indonesia.
Pada awal tahun 2017, Makam Kyai Haji Ahmad Badawi di Bukit Jabal ditemukan pada saat Habib Lutfi pergi ke Jabal untuk berziarah ke makam KH Ahmad Badawi.
Pada saat itu Habib lutfi mendoakan semua makam yang ada di Jagalan lalu ia mengatakan bahwa di makam (Jagalan) ini ada lebih dari 50 makam orang ahli dan penghafal Al Quran yang sampai saat ini jasadnya masih utuh.
Usai mendoakan semua makam lalu Habib Lutfi berjalan kembali melanjutkan perjalanannya.
Sesampainya di makam Babib Ahmad bin Aqil Almunawar Ba’alwiy, Habib Lutfi kembali mendoakannya cukup lama.
Kemudian Habib Lutfi bercerita bahwa di sini adalah makam ulama besar, yakni Habib Ahmad bin Aqil Almunawar Ba’alwiy yang merupakan guru dari Kyai Sholeh Darat.
Untuk itu ia juga meminta masyarakat untuk merawat dan memugar makam ini sehingga peristiwa penemuan di Kaliwungu menjadi salah satu bukti bahwa daerah ini merupakan daerah peradaban Islam yang tertua di Jawa.
Fakta itu didukung oleh begitu banyaknya pondok pesantren yang berjumlah puluhan, makam kuno ulama, dan juga makam wali.***
Artikel Terkait
Makam Belanda Cantik Sejak Tahun 1800an di Surabaya, Bak Pemakaman Eropa dengan Nisan yang Unik
Makam Astana Srandil, Situs Wisata Religi Makam Islam Nusantara di Ponorogo Provinsi Jawa Timur
Menilik Lokasi Makam KH Bisri Syansuri di Jombang, Pesarean Ulama Pendiri NU Jadi Wisata Religi Selain Ziarah Wali Songo
Sesepuh dari 3 Wali Songo! Begini Kondisi Makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi, Ulama Tersohor di Kabupaten Tuban
Wisata Religi Makam Ki Ronggo Bondowoso: Ada Dua Makam Lainnya yang Tak Kalah Kental dengan Sejarah?
Makam Waliyullah di Tuban: Satukan Sejarah dan Spiritualitas, Dijamin Damai di Tengah Riuhnya Dunia