SketsaNusantara.id – Kyai Modjo yang memiliki nama asli Kyai Muslim Muhammad Halifah adalah salah satu pejuang sekaligus menjadi seorang panglima pada Perang Diponegoro.
Orang tua dari Kyai Modjo bernama Iman Abdul Ngarip dan R.A Mursilah. Ayahnya memiliki keturunan dari Keraton Jogja, sedangkan ibunya merupakan keturunan Sultan Hamengkubuwana III.
Ayah Kyai Modjo merupakan pendakwah yang dikenal sebagai ulama besar dan akhirnya membuat Kyai Modjo mempunyai dasar keilmuan agama.
Kyai Modjo pernah pergi ke Tanah Suci untuk beribadah haji dan bermukim di Mekkah.
Setelah menyelesaikan ibadah haji, ia meneruskan mengelola pesantren di desanya.
Ia memiliki impian bahwa di tanah Jawa akan dipimpin sesuai syariat Islam yang akhirnya dijanjikan oleh Pangeran Diponegoro.
Akhirnya Kyai Modjo beserta pengikutnya terlibat dalam Perang Diponegoro atau Perang Jawa.
Beberapa kali ia pernah mendapatkan surat pengantar dari Belanda agar bisa berdamai. Kemudian Belanda menjanjikan akan diberikan kedudukan dan jabatan apabila ia berdamai dengan Belanda.
Tetapi semangatnya untuk mengusir Belanda semakin menggebu, akhirnya semua usaha yang dilakukan Belanda ditolaknya.
Sebagaimana yang telah dilansir oleh SketsaNusantara.id dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, di akhir tahun 1828, ia ditangkap karena sebuah tipu muslihat dan akhirnya dibuang ke Minahasa.
Artikel Terkait
Menilik Lokasi Makam KH Bisri Syansuri di Jombang, Pesarean Ulama Pendiri NU Jadi Wisata Religi Selain Ziarah Wali Songo
Sesepuh dari 3 Wali Songo! Begini Kondisi Makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi, Ulama Tersohor di Kabupaten Tuban
Wisata Religi Makam Ki Ronggo Bondowoso: Ada Dua Makam Lainnya yang Tak Kalah Kental dengan Sejarah?
Makam Waliyullah di Tuban: Satukan Sejarah dan Spiritualitas, Dijamin Damai di Tengah Riuhnya Dunia
Di Mana Makam Sunan Bejagung Lor? Sosok Penyebar Islam di Tuban, Ada Sumur Wali yang Selalu Jadi Daya Tarik Pengunjung