Namun, ayah Salamun wafat dan kembali ke kampung halamannya di Desa Turipinggir, Megaluh, Jombang. Ia pun mengajar ilmu nahwu dan fiqih sejak usia 15 tahun sambil menemani sang ibu sepeninggalan ayahnya.
Atas izin ibunya, Salamun kemudian melanjutkan pendidikannya ke Pondok Semelo di bawah asuhan Kyai Umar Zaid. Tiga tahun kemudian, ia pun mendapat surat dari KH Bisri Syansuri untuk mengikuti pelatihan Lazkar Hizbullah sebagai pejuang perang kemerdekaan Indonesia.
Salamun terinspirasi dari sang mahaguru KH Hasyim Ay'asri yang melakukan jihad untuk berjuang melawan penjajah. Di bawah komando KH Bisri Syansuri, Salamun ikut berjuang membela Tanah Air.
Berdasar rasa cinta tanah air, Salamun bersama santri-santri Denanyar yang lain terlibat langsung dalam pertempuran 10 November di Surabaya.
Kisah ini pun menjadi bukti adanya peran sentral santri yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada zaman penjajahan Jepang dan Belanda.
Kisah perjuangan ulama dan para santri memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ini juga mendorong Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mengusulkan KH Bisri Syansuri dan santri-santri pengikutnya sebagai pahlawan nasional.
Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga menetapkan Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober sebagai momen penghormatan untuk para santri yang telah berperan besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.***
Artikel Terkait
Siapa M Sroedji? Inilah Sosok Pahlawan Jember yang Pernah Memimpin 5000 Prajurit hingga Jadi Musuh Nomor 1 Belanda
Mengulik Kisah Usmar Ismail, Sosok Pahlawan Nasional dari Perfilman Indonesia yang Punya Kontribusi Besar pada Nahdlatul Ulama
Jejak Kyai Zainul Arifin Pahlawan Nasional dari Barisan Hisbullah, Kisahnya Jadi Tameng Hidup Soekarno Legendaris Hingga Kini
Siapa Sosok Kyai Umar Sumberwringin? Pahlawan dari Tokoh Ulama Jember, Pemimpin Laskar Santri yang Kharismatik dan Legendaris
Mengenal Korfball, Olahraga Favorit Pahlawan Jember, Letkol M Sroedji, yang Jadi Cabor di PON 2024, Buatan Belanda?
Sukarni Pahlawan Terlupakan Kelahiran Blitar yang Dipenjara Pemerintahan Bung Karno, Waktu Kecil Sering Gelut dengan Anak-Anak Belanda
Kisah Persahabatan M Sroedji dan dr. Soebandi dalam Patung di Jalan Hayam Wuruk, 2 Pahlawan Jember yang Dibantai Belanda