Pada masa revolusi kemerdekaan, Kiyai Haji Abdul Qadir aktif dalam gerakan gerilya di Kalimantan.
Ia memberikan semangat dan dukungan bagi para pejuang yang melawan tentara Belanda.
Baca Juga: Wayang Kulit Bukan Syirik! Ada Dalil Kuat dari Al Quran yang Jadi Pedoman Sunan Kalijaga
Setelah Indonesia merdeka, ia bersama Kiyai Haji Zainal Ilmi membantu memulihkan keamanan.
Kiyai Haji Abdul Qadir Hasan juga diminta oleh KH Hasyim Asy'ari untuk mendirikan cabang Nahdlatul Ulama (NU) pertama di luar Pulau Jawa.
Lebih tepatnya di Martapura, setelah mengikuti muktamar NU pertama pada 21 Oktober 1926 di Surabaya.
Dari Martapura, ia mendirikan cabang-cabang NU di berbagai wilayah di Kalimantan.
Kiyai Haji Abdul Qadir Hasan wafat pada hari Sabtu, 11 Rojab 1398 Hijriyah atau 17 Juni 1978.
Ia dimakamkan di Kubah Kiyai Haji Abdul Qadir Hasan di Jalan Kiyai Haji Mohammad Syarif Hidayatullah Anwar, Pasayangan, Martapura.
Perjuangan dan dedikasinya dalam dakwah tetap dikenang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.***
Artikel Terkait
1 Dzulhijjah 2024 Jatuh pada Tanggal Berapa? Penetapan Awal Bulan Haji dan Idul Adha Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU
Apa Arti Simbol Tambang pada Logo NU? Ramai di Media Sosial Meme Berlatar Merah
Dari Madura ke Nusantara: Jejak Murid Syekh Kholil Bangkalan Jadi Cikal Bakal NU dan Muhammadiyah
Mengenal Syekh Kholil Bangkalan, Mahaguru Ulama Nusantara Cikal Bakal Berdirinya NU, Ternyata Masih Keturunan Wali Songo?
Syekh Kholil Bangkalan Ternyata Masih Keturunan Nabi Muhammad SAW? Simak Penjelasan Nasab dari Tokoh Penting Pendiri NU Tersebut