Kamis, 4 Juni 2026

Di Mana Makam Ki Ageng Ngaliman? Putra Sunan Giri yang Dihukum Mati karena Menantang Mataram, Lokasinya...

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Minggu, 21 Juli 2024 | 09:45 WIB
Makam Ki Ageng Ngaliman. (Youtube.com/Purbo Sasongko.)
Makam Ki Ageng Ngaliman. (Youtube.com/Purbo Sasongko.)

SketsaNusantara.idKi Ageng Ngaliman merupakan anak dari Sunan Giri yang memiliki nama asli Aliman.

Diketahui, Ki Ageng Ngaliman juga disebut-sebut sebagai cikal bakalnya dari Desa Ngliman, Sawahan Nganjuk.

Konon, Ki Ageng Ngaliman pernah dibuang ke Gunung Wilis karena perilakunya yang buruk.

Baca Juga: Di Mana Lokasi Makam Sunan Ngatas Angin? Ulama Penyebar Islam Bumi Nganjuk, Kini Tak Pernah Sepi Kunjungan Peziarah

Pada saat Sunan Giri menggunakan pendidikan dengan sistem pesantren, ia juga mengembangkan bidang politik dan budaya sebagai media ajaran Islam.

Saat mengembangkan bidang politik, Sunan Giri mendapat gelar Prabu Samata karena ia membangun kedhaton yang berada di puncak bukit yang kini diketahui sebagai Giri Kedhaton.

Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Purbo Sasongko, berbeda dengan ayahnya, Aliman malah menggerogoti ajaran Islam serta merendahkan orang-orang alim dengan mengejek keilmuan para santri.

Baca Juga: Wayang Kulit Bukan Syirik! Ada Dalil Kuat dari Al Quran yang Jadi Pedoman Sunan Kalijaga

Atas perilakunya yang buruk itu, ia membuat masjid di pondok tersebut menjadi sepi, lalu ia dibuang ke bukit yang nantinya dikenal sebagai Gunung Liman yang bersebelahan dengan Gunung Wilis.

Setelah itu, ia memiliki tempat baru dan mengangkat dirinya sendiri sebagai Ki Ageng Ngaliman. Di sana, ia mengajari ilmu kanuragan serta kedigdayaan.

Ia memiliki murid yang tersebar di mana-mana dan mengajar di Padepokan Ki Ageng Ngaliman yang berada di Kabupaten Berbeg.

Baca Juga: Siapa Sunan Ngatas Angin? Waliyullah Penyebar Agama Islam di Nganjuk, Masih Satu Keturunan dengan Syekh Jumadil Qubro?

Pada masa Perang Jawa, diketahui ia pernah menantang Mataram, karena ia merasa mempunyai kekuasaan sendiri dengan pengikutnya.

Lalu, pihak Mataram memutuskan dijatuhkan hukuman mati dan dibawa ke Solo untuk dieksekusi.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X