Ia memulai dakwahnya di pesisir Pulau Bali, meliputi Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, hingga Kabupaten Jembrana.
Meskipun tidak diketahui pasti kapan ia memulai misinya, jejak dakwahnya di Bali tetap terasa hingga kini.
Baca Juga: Inilah Habib Ali bin Zaenal Abidin Al Idrus, Wali Pitu yang Menyebarkan Ajaran Islam di Bali
Makam Syekh Abdul Qadar Muhammad, yang dikenal dengan nama makam Karang Rupit, menjadi tempat ziarah yang ramai dikunjungi oleh peziarah dari dalam dan luar Bali.
Di samping makam utama, terdapat beberapa makam lain yang diyakini sebagai makam murid-murid Syekh Abdul Qadar Muhammad.
Cerita turun-temurun menyebutkan bahwa makam-makam tanpa nama ini adalah tempat peristirahatan para murid setia.
Para murid ini turut mendampingi Syekh Abdul Qadar Muhammad dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Dewata.
Perjuangan Syekh Abdul Qadar Muhammad dalam menyebarkan agama Islam di Bali tidak hanya menunjukkan dedikasinya yang luar biasa.
Akan tetapi juga memperkaya sejarah keberagaman agama dan budaya di Indonesia.
Makamnya yang terus dikunjungi peziarah hingga kini menjadi bukti bahwa semangat dan ajarannya masih hidup di hati masyarakat.***
Artikel Terkait
Apa Hubungan Sunan Bayat dan Syekh Siti Jenar? Kisahnya yang Mengguncang Himpunan Wali Songo
Sunan Bayat Apakah Termasuk Wali Songo? Mengulik Kisah Murid Sunan Kalijaga yang Konon Punya Karomah Mengutuk Manusia Jadi Domba
Apa Arti Sunan? Gelar yang Disematkan Pada Nama Sosok Wali Songo, Ternyata Makna dan Pemberiannya...
Di Mana Lokasi Makam Eyang Bathara Katong? Murid Wali Songo Pendiri Ponorogo Sekaligus Pelopor Ajaran Islam yang Punya Banyak Kesaktian
Ada Makam Tua di Gresik Terukir Nama Seorang Muslimah di Batu Nisan, Jejak Masuknya Islam ke Pulau Jawa Sebelum Wali Songo?