Rabu, 8 Juli 2026

Dijuluki Pangeran Sabrang Lor, Raja Demak Berusia 17 Tahun Ini Berani Menyerang Portugis di Malaka, Siapa?

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Juli 2024 | 21:58 WIB
Sosok Raja Demak yang dijuluki Pangeran Sabrang Lor (Tangkapan layar YouTube  Artsamawa Official)
Sosok Raja Demak yang dijuluki Pangeran Sabrang Lor (Tangkapan layar YouTube Artsamawa Official)

SketsaNusantara.id - Pemberian julukan bagi tokoh-tokoh besar sudah menjadi tradisi pada masa Kerajaan Nusantara.

Julukan-julukan tersebut biasanya lahir dari peristiwa atau kesaktian yang dimiliki orang tersebut.

Salah satunya adalah Pangeran Sabrang Lor, julukan yang diberikan kepada salah satu raja Kerajaan Demak ini.

Baca Juga: Mengenal Sunan Kuning, Tokoh Ulama Tionghoa Jawa yang Sebarkan Islam di Semarang dan Pantura

Ada kisah menarik dibalik pemberian julukan Pangeran Sabrang Lor.

Julukan Pangeran Sabrang Lor sendiri diambil dari peristiwa penyerangan yang dilakukan Kerajaan Demak terhadap Portugis di Malaka.

Lantas siapa sebenarnya Pangeran Sabrang Lor, dan apa makna julukan tersebut?

Baca Juga: Siapa Arya Penangsang? Pemimpin Kerajaan Demak yang Kontroversial, Dipercaya Punya 2 Makam di Sumatera dan Jawa

Pangeran Sabrang Lor merupakan julukan bagi Adipati Unus (Pati Unus) sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari buku karya Slamet Muljana berjudul Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara.

Adipati Unus adalah Raja ke-2 Kerajaan Demak, menggantikan Raden Patah.

Ada beberapa pendapat yang berbeda terkait asal usul Pangeran Sabrang Lor atau Adipati Unus.

Baca Juga: Siapakah Panglima Besar Kesultanan Demak? Mengenal Sosok Pemimpin Perang yang Berhasil Taklukan Portugis dan Pendiri Jayakarta

Pertama, Pangeran Sabrang Lor merupakan anak Raden Patah, sehingga ketika sang ayah turun tahta, ia dilantik menjadi Raja Demak selanjutnya.

Sementara sumber lain menyebutkan bahwa Pangeran Sabrang Lor yang juga dikenal sebagai Pati Unus, Pate Unus, adalah menantu Raden Patah.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Is

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X