Pada tahun 1620, Tumenggung Pati mengusulkan jalur air baru dari Demak ke Juana, mengindikasikan bahwa Selat Muria sudah hilang atau menyempit.
Kantor maskapai dagang VOC di Batavia melaporkan pada 1677 bahwa orang-orang Mataram di Jawa Tengah tidak lagi memiliki kapal-kapal besar.
Ini menunjukkan bahwa galangan kapal di sepanjang Rembang dan Demak telah terputus dari akses ke laut.
Meskipun Selat Muria kini menjadi bagian dari sejarah, misteri dan pengaruhnya masih terasa hingga sekarang.
Banjir rob yang sering melanda Demak, Pati, Jepara, dan Kudus memunculkan spekulasi bahwa Selat Muria bisa saja muncul kembali di masa depan, mengingat kondisi geografis dan perubahan iklim yang terus berlangsung.***
Artikel Terkait
Misteri Keberadaan Karya Soesilo Toer yang Dipinjam Amrih Widodo, Tulisan tentang Saminisme yang Belum Diterbitkan!
Misteri Runtuhnya Kerajaan Majapahit Selalu Dikaitkan dengan 'Sirna Ilang Kertaning Bumi', Ternyata Begini Makna Istilah Tersebut...
Moksa ke Gunung Lawu! Kerajaan Majapahit di Ujung Tanduk, Terbongkar Misteri Akhir Hayat Prabu Brawijaya V
Terbongkar! Ini Misteri Sosok Asli Sunan Lawu, Punya Riwayat Antara Gunung Lawu dan Kerajaan Majapahit
Masih Jadi Misteri hingga Kini, Rossa Beberkan Alasan Perpisahannya dengan Yoyo Padi, Diceraikan saat Sedang Konser...