Kamis, 4 Juni 2026

Siapa Pendiri Kota Kediri? Mengenal Sosok Sri Samarawijaya Erat dengan Kerajaan Panjalu dan Raja Airlangga

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Selasa, 16 Juli 2024 | 21:45 WIB
Monumen Simpang 5 Gumul Kediri, ikon Kota Kediri. (Pixabay.com/KinerjaAktif)
Monumen Simpang 5 Gumul Kediri, ikon Kota Kediri. (Pixabay.com/KinerjaAktif)

Kediri pertama kali dipimpin oleh Sri Samarawijaya pada tahun 1042 merupakan kerajaan bercorak Hindu di Pulau Jawa.

Baca Juga: Pesarean Gunung Kawi Malang: Wisata Ziarah di Makam Eyang Djoego, Laskar Dipobegoro Keturunan Raja Mataram 

Sebagai raja pertama Kerajaan Panjalu, putra Airlangga mendapat gelar abhiseka yaitu Sri Samarawijaya Dharmasuparnawahana Teguh Uttunggadewa.

Berdasarkan bukti peninggalan sejarah dari prasasti yang dikeluarkan Raja Airlangga, ia memiliki putri sulung yang jadi rakryan mahamantri atau putra mahkota.

Ia disebutkan bernama Sanggramawijaya Tunggadewi, kakak kandung Sri Samarawijaya, Raja Pertama Kerajaan Kediri.

Baca Juga: Mengenal Sosok Misterius Ki Ageng Balak, Benarkah Memiliki Keterlibatan dengan Kerajaan Majapahit?

Namun kakak Sri Samarawijaya mengundurkan diri dari tahta dan jadi pendeta, sehingga tinggal 2 anak laki-laki Airlangga.

Perseteruan 2 adik Sanggramawijaya Tunggadewi ini diceritakan di Kitab Nagarakretagama dan Serat Calon Arang.

Ternyata Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan bukan berasal dari ibu yang sama, melainkan dari 2 istri Airlangga.

Baca Juga: Makam Keramat Ki Ageng Balak, Asal-usul Nama hingga Adanya Tradisi Pulung Langse pada Akhir Bulan Suro

Sri Samarawiyaja anak Airlangga dengan istri pertama, putri Dharmawangsa Teguh.

Sedangkan, Mapanji Garasakan adalah putra Airlangga dari istri kedua.

Kepemimpinan Sri Samarawijaya di Kerajaan Panjalu atau Kediri hanya berlangsung sampai tahun 1051 M.

Baca Juga: Sunan Bayat Apakah Termasuk Wali Songo? Mengulik Kisah Murid Sunan Kalijaga yang Konon Punya Karomah Mengutuk Manusia Jadi Domba

Pemerintahan Sri Samarawijaya dikenal sebagai masa kegelapan karena sebagai Raja Kediri pertama tidak meninggalkan bukti prasasti.

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Sumber: kedirikota.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X