Kamis, 4 Juni 2026

Inilah Nama Unik Ma Huan, Seorang Tiongkok Muslim yang Menulis Perjalanan Laksamana Cheng Ho

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Minggu, 14 Juli 2024 | 10:15 WIB
Tulisan Ma Huan, seorang pejabat Dinasti Ming yang mendapat tugas menemani Laksamana Cheng Ho.  (x.com/@sasakajataka.)
Tulisan Ma Huan, seorang pejabat Dinasti Ming yang mendapat tugas menemani Laksamana Cheng Ho. (x.com/@sasakajataka.)

 

SketsaNusantara.idMa Huan adalah seorang penulis berasal dari Tiongkok yang pernah menulis Yingyai Shenglan berisi catatan perjalanan dari Laksamana Cheng Ho pada abad ke-15.

Konon, catatan ini menceritakan tentang berbagai negara yang dikunjungi Ma Huan dan ia juga turut mengikuti ekspedisi maritim dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho yang berasal dari Dinasti Ming.

Dalam ekspedisi tersebut, Ma Huan bertugas sebagai penerjemah pada pada perjalanan keempat, kedua, dan ketujuh.

Baca Juga: Misteri Runtuhnya Kerajaan Majapahit Selalu Dikaitkan dengan 'Sirna Ilang Kertaning Bumi', Ternyata Begini Makna Istilah Tersebut...

Di catatan ini diketahui mencakup dari perjalanan ekspedisi ke Persia, Jazirah Arab, Teluk Benggala, Nusantara, hingga Afrika.

Selain ada Ma Huan, sosok yang turut serta dalam perjalanan ekspedisi Laksamana Cheng Ho dan merupakan penyusun dari catatan tersebut adalah Guo Chongli.

Selama melakukan perjalanan tersebut, Ma Huan beserta rekannya itu mencatat pengamatan mereka ketika ekspedisi yang kemudian dikumpulkan menjadi sebuah naskah Yingyai Shenglan.

Baca Juga: Kenapa Pulau Sumatera Disebut Swarnadwipa? Inilah Asal-usul dan Sejarah Panjangnya

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Abdel Achrian, Ma Huan merupakan sekretaris Laksamana Cheng Ho yang memiliki marga "Ma" dari dinasti Ming yaitu kependekan dari Muhammad. Ma Huan diketahui memiliki nama asli Muhammad Huan.

Ma Huan lahir pada tahun 1380 di Distrik Huiji, Zhengzhou, Tiongkok dan meninggal pada tahun 1460.

Dalam salah satu catatannya, Ma Huan menulis tentang musafir China memberitakan tentang sebagian masyarakat Pantai Utara Pulau Jawa Timur sudah memeluk agama Islam pada awal abad ke-15.

Baca Juga: 2 Kesaktian Pusaka Joko Tingkir Kyai Bajulgiling, Ditakuti saat Melawan Gerilyawan Majapahit

Ketika di sana, ia mencatat dan memperhatikan yang berkaitan tentang budaya kehidupan orang Jawa meliputi upacara perkawinan hingga sistem penguburannya.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X