Ada 2 keampuhan dari pusaka itu yang telah dibuktikan sendiri oleh Joko Tingkir berdasarkan cerita-cerita rakyat khususnya Babad Tanah Jawa.
Pertama, pusaka itu memiliki kemampuan gaib yang akan membuat pemakainya kebal dari berbagai jenis senjata tajam.
Hal itu membuat Joko Tingkir selalu digdaya dan berhasil menaklukkan semua lawannya di pertarungan.
Kedua, pusaka Kyai Bajulgiling membuat pemakainya ditakuti oleh semua jenis binatang buas.
Kemampuan itu membuat Joko Tingkir tak pernah takut saat berada dalam perjalanan, terutama di dalam hutan liar.
Ada fragmen menarik dari kisah Joko Tingkir dengan pusakanya tersebut saat menghadapi segerombolan pasukan gerilyawan Kerajaan Majapahit.
Di masa itu, Kerajaan Majapahit sudah runtuh tetapi masih menyisakan sejumlah prajurit dan simpatisan yang bergerilya di pedalaman gunung dan hutan.
Suatu hari, saat Joko Tingkir bersama 3 temannya, yakni Kimas Manca, Kimas Bila, dan Kimas Ragil sedang beristirahat di tepian sebuah bengawan.
Tanpa mereka sadari, ternyata ada seorang perempuan yang sedang mandi di sungai. Joko Tingkir dan rekan-rekannya pun dituduh sedang mengintip perempuan yang ternyata adalah anak dari Baureksa, pimpinan dari gerilyawan Majapahit.
Baureksa yang murka segera mengerahkan pasukannya untuk menghajar Joko Tingkir.
Namun, seorang diri Joko Tingkir berhasil melumpuhkan semua lawan tanpa kesulitan.
Ia berhasil meluruskan kesalahpahaman dengan Baureksa tersebut. Bahkan, ia menjadi dihormati setelah memperkenalkan siapa dirinya dan asal-usulnya.***
Artikel Terkait
Wisata Budaya: Candi Gambar Wetan Blitar Full Arca Kerajaan Majapahit, Jadi Tempat Pemujaan Raja Hayam Wuruk?
Kitab Kutawa Manawa: KUHP Era Kerajaan Majapahit, Tegas hingga Aneh, Ada Hukuman untuk Koruptor dan Tukang Selingkuh
Ikan Titisan Dewa! Yuk Liburan ke Candi Rambut Monte Blitar Jawa Timur, Peninggalan Masa Kerajaan Majapahit, Boleh Berenang?
3 Senjata Sunan Kudus yang Bikin Tentara Majapahit Ciut, Ada Peti Berisi Pasukan Siluman hingga Pusaka Sunan Giri
Peti Misterius Milik Sunan Kudus, Senjata Pamungkas saat Melawan Majapahit, Pemberian Anak Prabu Brawijaya?