Namun di Jakarta, papeda masih bisa dinikmati di beberapa restoran seperti Restoran Yougwa di Kelapa Gading, yang merupakan cabang dari Yougwa di Danau Sentani, Jayapura.
Kini, papeda juga sering dijadikan camilan atau jajanan oleh pedagang kaki lima.
Selain papeda, sagu juga dapat diolah menjadi berbagai makanan lezat lainnya seperti sagu lempeng, sagu bakar kelapa, dan sagu bakar apatar.
Tepung sagu diambil dari batang pohon Metroxylon sagu Rottb yang tumbuh di tepian sungai atau rawa, dan satu pohon dapat menghasilkan 150 hingga 300 kilogram tepung sagu.
Masyarakat Indonesia Timur sering mencari pohon sagu ke hutan untuk mendapatkan tepung sagu berkualitas.
Selain mudah ditemukan, cara mengolah sagu juga sederhana, sehingga mereka lebih memilih sagu sebagai makanan pokok dibandingkan beras.
Dengan kandungan gizi yang lengkap dan manfaat yang beragam, sagu layak dijadikan makanan pokok nasional pengganti beras atau nasi, sebagai alternatif cadangan pangan yang berharga.
Papeda bukan hanya makanan, tetapi juga warisan budaya yang patut dilestarikan dan dibanggakan.***
Artikel Terkait
Ternyata Ada di Indonesia! Sungai Terjernih Kalibiru, Permata Tersembunyi Papua yang Memikat Dunia
Unik! Kota Agats Papua, Semua Bangunannya Berdiri di Atas Papan, Ada Legenda yang Membekas
Viral! Beredar Video Ustad di Papua Dapat Kiriman Babi untuk Hewan Kurban, Bikin Salfok Netizen: Mungkin Pengirimnya Baru Mualaf
Konon Lahir dari Telur, Inilah Surga Tersembunyi di Papua Barat yang Memikat Dunia dengan Keajaiban Pesona Baharinya
Dijamin Gak Bakal Bosen, Cuma di Fakfak, Papua Barat Kamu Bisa Nikmatin Air Terjun Langsung ke Lautan!