Kamis, 4 Juni 2026

Ikan Titisan Dewa! Yuk Liburan ke Candi Rambut Monte Blitar Jawa Timur, Peninggalan Masa Kerajaan Majapahit, Boleh Berenang?

Photo Author
Erik Kusmiati, Sketsa Nusantara
- Senin, 8 Juli 2024 | 16:30 WIB
Telaga biru di Candi Rambut Monte, Blitar, peninggalan Kerajaan Majapahit.  (Instagram @njoshandy)
Telaga biru di Candi Rambut Monte, Blitar, peninggalan Kerajaan Majapahit. (Instagram @njoshandy)

SketsaNusantara.id - Blitar Jawa Timur terkenal mempunyai berbagai spot wisata sejarah yang beragam, salah satunya Candi Rambut Monte.

Candi Rambut Monte ini terbuat dari batu-batuan yang terletak di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Saat menuju lokasi Candi Rambut Monte ini kalian harus menaiki beberapa undakan tangga dekat loket yang konon digunakan sebagai tempat pemujaan pada masa Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Rasakan Berendam di Kolam ala Kerajaan Mataram Kuno: Berada di Magelang, Candi Apakah Itu?

Dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @explorejawatimuran Inilah pesona alam sekaligus situs sejarah yang konon ada ikan titisan dewa masa Kerajaan Majapahit.

Candi Rambut Monte berlokasi di tengah hutan, yang menjadikan wisata ini memiliki nuansa sejuk dan segar sehingga cocok untuk menenangkan fikiran.

Bangunan Candi Rambut Monte saat ini hanya tersisa bagian kaki dan tubuhnya saja, sedangkan bagian atasnya sudah mengalami beberapa kerusakan.

Baca Juga: Wisata Budaya: Candi Gambar Wetan Blitar Full Arca Kerajaan Majapahit, Jadi Tempat Pemujaan Raja Hayam Wuruk?

Di dekat Candi ini terdapat sebuah mata air berbentuk telaga air yang berada di bawah Candi.

Air telaga ini sangat jernih sekaligus berwarna biru cerah kehijauan yang membuat kita mampu melihat ikan-ikan disana secara jelas.

Ikan-ikan di telaga ini berjumlah ratusan yang tidak pernah berkurang ataupun bertambah sejak zaman dahulu, sehingga oleh warga sekitar dinamakan ikan titisan dewa.

Baca Juga: Kisah Dinasti Syailendra, Wangsa yang Berhasil Membangun Candi Termegah dan Salah Satu Keajaiban Dunia yang Dilindungi UNESCO

Ikan di sini sangat di jaga sehingga para pengunjung dilarang untuk memancing, menangkap atau bahkan berenang di telaga ini.

Oleh warga ikan ini dinamakan ikan sengkaring yang dipercaya sebagai ikan dewa yang dikeramatkan dan menurut mitos merupakan perwujudan dari murid mbah monte.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: Instagram @explorejawatimuran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X