SketsaNusantara.id - Putra Sunan Ampel dan Dewi Condrowati, Sunan Bonang, menjadi salah satu Wali Allah yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.
Memiliki nama asli Raden Maulana Makdum Ibrahim, Sunan Bonang lahir pada tahun 1465 dan wafat di tahun 1525 Masehi.
Saat masih hidup, Sunan Bonang terkenal khusyuk ketika beribada kepada Allah SWT.
Dikisahkan saking lamanya Sunan Bonang sujud, dahi dan kaki Sunan Bonang sampai menapak di batu.
Baca Juga: Berhasil Raih Supra Talent di Miss Supranational 2024, Simak Profil Harashta Haifa Zahra
Batu tersebut saat ini sering didatangi para peziarah bernama Pasujudan Sunan Bonang.
Lokasinya berada di Jalur Pantura Lasem Rembang, terdiri dari 4 bongkah batu besar dan dijaga 155 anak tangga.
Tempat ini merupakan petilasan peninggalan Sunan Bonang yang sampai saat ini masih sangat terawat dengan baik.
Tidak perlu membayar sedikitpun, pengunjung hanya disedikiakan kotak amal seikhlasnya untuk masuk ke Pasujudan Sunan Bonang ini.
4 bongkah batu besar ini adalah tanda bekas sujud Sunan Bonang.
Terdiri dari satu batu besar dipecaya sebagai cap dahi Sunan bonang dan batu kecil sebagai cap kaki kiri Sang Sunan.
Sementara dua batu lainnya merupakan cap tumpuan kaki kanan Sunan Bonang.
Untuk mencapai tempat ini peziarah atau pengunjung harus mendaki 155 anak tangga.
Artikel Terkait
Melirik Kisah Caos Dhahar, Kuliner Legendaris Khas Demak Favorit Sunan Kalijaga yang Disajikan Usai Jamasan Pusaka
Rangkaian 1 Suro, Mengulik Tradisi Untuk Mengenang Sunan Kudus Wali Songo, Ini yang Dilakukan Ketika Masuk 10 Muharram
Sambut 1 Suro Sekaligus Mengenang Jasa Wali Songo, Apa yang Dilakukan Dengan Kain Mori Makam Sunan Kudus?
Warga Kudus Merapat Lur! Jadwal dan Lokasi Rangkaian 1 Suro Sampai 10 Muharram, Tradisi Kenang Sunan Kudus Wali Songo