Untuk membuktikan hal itu, Raja Ta-Che mengirimkan utusan ke Kerajaan Kalingga di Tanah Jawa.
Diam-diam sang utusan meletakkan pundi-pundi emas di tengah jalan yang berdekatan dengan keramaian pasar.
Nyatanya, sampai berhari-hari tak satupun orang yang mengambil pundi-pundi emas. Sebuah versi menyebut, pundi-pundi emas tadi tak bergeming dari tempatnya hingga 3 tahun.
Hingga suatu hari, putra Ratu Jay Sima melewati tempat tersebut. Tak sengaja, kakinya menyentuh pundi-pundi emas tadi.
Mendapatkan laporan dari pengawas, Ratu Jay Shima langsung memutuskan untuk menghukum mati sang putra mahkota.
Keputusan Ratu Jay Shima memberikan hukuman mati pada sang putra mahkota tidak disetujui para pemuka kerajaan.
Karena sang putra mahkota melakukan dengan tidak sengaja, mereka mengusulkan Ratu Jay Shima untuk membatalkan hukuman mati.
Sebagai gantinya adalah memberi hukuman potong bagian tubuh yang menyentuh pundi-pundi emas tadi.
Setelah berdebat panjang, akhirnya Ratu Jay Shima sepakat memotong jari kaki sang putra mahkota yang telah menyentuh pundi-pundi emas tersebut.
Baca Juga: Menggali Warisan Budaya Majapahit dalam Kerajaan Islam Jawa: Pewaris Sejati Jawa atau Bali?
Kejadian ini kemudian dilaporkan sang utusan China kepada Raja Ta-Che yang membuat semakin kagum akan ketegasan Ratu Jay Shima.***
Artikel Terkait
Misteri Usia Sunan Kalijaga hingga Dimakamkan di Demak, Wali Songo yang Hidup di 4 Masa Kerajaan Nusantara
Kisah Kerajaan Maritim Nusantara yang Kuasai Jalur Perdagangan Asia Tenggara, Benarkah Pusat Perdagangan yang Jatuh Karena Konflik?
Pernah Menjadi yang Paling Berpengaruh di Asia! Inilah Sejarah Kejatuhan Kerajaan Majapahit
Gak Kalah Dahsyat! Ini Rentetan Karomah Sunan Kudus, Kalahkan Kerajaan Majapahit Dengan Serangan 1 Juta Tikus?