Rakyat mulai resah, terlebih saat bulan purnama tiba mereka diminta untuk menyediakan darah segar manusia untuk dijadikan tumbal demi menambah kesaktian Blacak Ngilo.
Kesombongan dan kesewenang-wenangan Blacak Ngilo makin menjadi-jadi hingga terdengar oleh Sunan Bonang.
Diutuslah murid Sunan Bonang untuk menasehati dan mencegah kelakuan tak terpuji Blacak Ngilo, namun yang terjadi murid Sunan Bonang tersebut justru dipenggal kepalanya.
Singkat cerita, Blacak Ngilo menantang Sunan Bonang untuk duel adu kesaktian.
Raden Maulana Makdum Ibrahim menyanggupinya namun dengan beberapa syarat.
Salah satunya yaitu apabila Blacak Ngilo kalah harus mengikuti ajaran Islam dengan benar dan sungguh-sungguh, begitupun dengan syarat Blacak Ngilo kepada Sunan Bonang.
Pertarungan sengit terjadi kurang lebih selama tujuh hari tujuh malam, karena sama-sama sakti keduanya masih bertahan.
Di hari ke tujuh, Blacak Ngilo meminta untuk istirahat kepada Sunan Bonang, namun siasat licik dilakukan mantan prajurit Majapahit itu.
Blacak Ngilo lari ke perut bumi, namun Bukan Sunan Bonang namanya jika tak meladeni ketantruman Blacak Ngilo.
Aksi saling kejar-kejaran antara Blacak Ngilo dan Sunan Bonang terjadi di perut bumi.
Blacak Ngilo masih tidak mau mengakui kesaktian Sunan Bonang, dengan sisa-sisa tenanga ia masih ngeyel menyerang Sunan Bonang.
Akhirnya, Blacak Ngilo kelelahan dan mengakui kalah dari Sunan Bonang setelah lari ke Tuban dan diikuti terus oleh anggota Wali Songo itu.
Blacak Ngilo akhirnya masuk Islam dan membantu Sunan Bonang menyebarkan agama Islam hingga pelosok nusantara.***
Artikel Terkait
6000 Meter dari Pusat Kota Pati, Sunan Bonang Pernah Murka dan Wariskan Kisah Legenda Tongkat Sakti
4 Lokasi Petilasan Sunan Bonang, Kunjungi Masjid Agung Tuban Sebagai Destinasi Populer, Nuansa Megah Bikin Salfok!
Punya Cara Unik dalam Berdakwah, Jenazah Sunan Bonang sampai Jadi Rebutan Para Muridnya Saat Meninggal
Sejarah Rompi Ontokusumo, Pusaka Pamungkas Sunan Kalijaga Saat Perang Lawan Nyi Roro Kidul: Buatan Sunan Bonang dari...
Kisah Rompi Ontokusumo Karomah Pusaka Sunan Kalijaga, Kok Bisa Sakti? Ternyata Dirajah Tulisan Ini oleh Sunan Bonang