Konsep tersebut ternyata bermakna dalam, karena setiap jamaah yang mau masuk harus merendahkan tubuhnya.
Artinya, setiap orang yang akan masuk ke masjid harus merendahkan diri saat memasuki rumah Tuhan.
Orang yang masuk ke dalam rumah Tuhan harus menanggalkan setiap keangkuhan yang melekat karena semuanya sama di hadapan Sang Pencipta.
Masjid ini juga dibangun berpatokan pada Masjid Agung Demak, termasuk pada gaya arsitektur yang menerapkan akulturasi budaya.
Lokasinya pun ditempatkan di antara alun-alun dan bangunan keraton, demi menyatukan antara rakyat, ulama, dan pemimpin.***
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Korbankan Jenis Sapi Simental di Masjid Baiturrahman Semarang, Ternyata Berasal dari Ras Tertua di Dunia
Di Balik Larangan Pejabat Masuk ke Masjid Menara Kudus: Kisah Ajian Sunan Kudus di Tengah Perebutan Tahta Kesultanan Demak
Bukan Masjid Biasa! 4 Keunikan Arsitektur Masjid Menara Kudus, Bingkai Akulturasi Budaya Nusantara Warisan Wali Songo
Nekat Melanggar, 2 Presiden Indonesia Ini Lengser Usai Masuk ke Masjid Menara Kudus, Mitos atau Fakta?
Ikonik dan Lambang Akulturasi Budaya dan Tiga Agama, Batu Pertama Masjid Menara Kudus Berasal dari Palestina