Minggu, 19 Juli 2026

Konon Lahir dari Telur, Inilah Surga Tersembunyi di Papua Barat yang Memikat Dunia dengan Keajaiban Pesona Baharinya

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Minggu, 23 Juni 2024 | 08:00 WIB
Raja Ampat di Papua Barat (Instagram/rajaampatislands)
Raja Ampat di Papua Barat (Instagram/rajaampatislands)

Setelah berdirinya lima kesultanan Muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian dari Kesultanan Tidore dan kemudian diklaim oleh Belanda setelah kesultanan tersebut takluk.

Mayoritas masyarakat Raja Ampat bekerja sebagai nelayan tradisional dan tinggal di kampung-kampung kecil yang tersebar di berbagai pulau.

Mereka dikenal sangat ramah terhadap tamu, terutama jika tamu tersebut membawa oleh-oleh seperti pinang atau permen, yang dianggap sebagai tanda perdamaian.

Baca Juga: Wisata Mewah di Bali: Banyak Orang Takut Masuk Padahal Gratis, Bisa Melihat Batu Permata dan Berbagai Dunia

Daya tarik utama Raja Ampat terletak pada gugusan pulau yang tersebar di seluruh perairannya.

Lebih dari seribu pulau kecil terdiri dari tebing karang dan tumbuhan hijau yang menjulang tinggi, menciptakan panorama yang menakjubkan.

Pulau-pulau besar dan hutan tropis menambah pesona tempat ini.

Air laut yang jernih dan pasir putih yang bersih menambah keindahan Raja Ampat.

Dengan warna air laut yang biru jernih memungkinkan wisatawan melihat terumbu karang dan ikan yang berlalu-lalang bahkan di perairan dangkal.

Raja Ampat dikenal sebagai salah satu spot menyelam terbaik di dunia, dengan keanekaragaman biota laut yang sangat langka.

Diperkirakan, hampir 75% dari jenis terumbu karang di dunia bisa ditemukan di perairan Raja Ampat, tepatnya ada 603 jenis terumbu karang.

Tak heran jika Raja Ampat menjadi destinasi favorit bagi para penyelam.

Masyarakat Raja Ampat sangat menjaga tradisi dan kelestarian alamnya. Demi melestarikan budaya dan alam, ada pembatasan kunjungan wisatawan pada waktu-waktu tertentu.

Baca Juga: Art Cafe di Kota Malang: Nongkrong Sambil Ngelukis Start From Rp10 Ribu, Bikin Hari-Hari Makin Berwarna

Langkah ini penting untuk mencegah kerusakan ekosistem akibat jumlah kunjungan yang berlebihan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X