Minggu, 19 Juli 2026

Desa di Klaten Menyimpan Sejarah Cikal Bakal Angkringan di Indonesia, Ada Museum di Rumah Warga

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 18 Juni 2024 | 07:10 WIB
Desa Angkringan di Klaten, Jawa Tengah. (Klatenkab.go.id)
Desa Angkringan di Klaten, Jawa Tengah. (Klatenkab.go.id)

SketsaNusantara.id - Angkringan bukanlah hal yang asing bagi masyarakat di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Di wilayah Yogyakarta, menu utamanya berupa sekepal nasi dibungkus kertas atau daun pisang biasa disebut sego kucing alias nasi kucing.

Angkringan dan HIK

Jika di Yogyakarta warung makanan sederhana dengan ciri khas gerobak dan tenda itu disebut "angkringan", warga Solo dan sekitarnya lebih akrab dengan sebutan warung HIK (Hidangan Istimewa Kampung).

Baca Juga: Desa Wisata Ini Disebut Sebut Sebagai Desa Tertinggi di Pulau Jawa Cocok untuk Healing Mengisi Liburan Panjang

Disebut HIK karena menu-menunya yang meskipun sangat sederhana, terdiri dari sekepal nasi dan sejumput sayur/lauk, tetapi sangatlah istimewa karena dijamin bisa mengganjal rasa lapar.

Selain itu, pilihan lauk pauknya pun beragam, dan khas pedesaan, seperti berbagai gorengan tempe, bakwan, tahu, hingga ndas pitik (kepala ayam).

Sajian khas lainnya dari angkringan tentu saja berbagai wedang, mulai dari teh panas hingga wedang jahe yang siap menghangatkan tubuh di malam hari.

Baca Juga: Desa di Sukolilo Pati Tempat Makam Sultan Demak yang Konon Buta akibat Kutukan, Dihabisi oleh Arya Penangsang

Kesetaraan Sosial di Angkringan

Meskipun wajah angkringan saat ini semakin menyesuaikan zaman, misalnya dengan konsep ruangan lebih luas bak warung makan permanen, tetapi tak sedikit orang yang lebih menyukai jajan di angkringan orisinal.

Disebut angkringan orisinal karena masih mempertahankan gerobak khas yang dikelilingi kursi kayu, sehingga yang membeli pun harus duduk berdesakan.

Bagi yang tak kebagian kursi bisa memilih duduk seadanya, bisa di tikar, pos ronda, atau malah berdiri.

Baca Juga: Pembangunan Dibiayai Hasil Ngutang Dari Uni Soviet dan Korbankan 4 Desa, Kini Kemegahan Stadion Gelora Bung Karno Membuat Pelatih Filipina Bengong

Kehadiran angkringan mewarnai khazanah kuliner di Indonesia yang menyatukan beragam kelas dan identitas sosial. Di angkringan, semua yang duduk dan bersantap tak pernah dilihat dari status ekonomi atau politiknya.

Dengan kata lain, semua pelanggan angkringan memiliki kedudukan setara.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X