Kamis, 4 Juni 2026

Desa Wisata Ini Disebut Sebut Sebagai Desa Tertinggi di Pulau Jawa Cocok untuk Healing Mengisi Liburan Panjang

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Senin, 17 Juni 2024 | 15:15 WIB
Desa tertinggi di pulau Jawa (jadesta.kemenparekraf.go.id)
Desa tertinggi di pulau Jawa (jadesta.kemenparekraf.go.id)

 

SketsaNusantara.id – Bulan Juni adalah momentum yang tepat untuk merencanakan berlibur bersama keluarga atau teman-teman.

Sebab, bulan Juni merupakan musim liburan sekolah atau kampus karena mendekati semester baru.

Pada saat liburan sekolah dan kuliah, pergi dan berlibur ke tempat wisata adalah pilihan cocok untuk mengisi waktu quality time.

Baca Juga: Elaelo, Nama Aplikasi Pengganti Twitter atau X Terinspirasi Lagu Koes Plus Ela Elo? Lagu Berbahasa Jawa Tentang...

Tak hanya berlibur ke mall atau tempat wahana, desa wisata bisa dijadikan pilihan sebagai destinasi berlibur untuk healing.

Nah, kali ini, SketsaNusantara.id telah merangkum dari kanal YouTube Kemenparekraf, bahwa terdapat desa wisata yang telah mendapatkan 50 besar ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022.

Desa Wisata ini terletak di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah dan disebut sebagai Desa Tertinggi di pulau Jawa.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Tempat Wisata di Purwokerto Jawa Tengah Cocok Jadi Tempat Healing dan Spot Liburan Sekolah

Desa wisata ini bernama Desa Sembungan yang terletak pada ketinggian 2.300 Mdpl. Lokasi dari desa wisata ini sangat mudah dijangkau dari arah Wonosobo yakni 24 kilometer dengan waktu tempuh selama 55 menit.

Di sini terdapat beberapa daya tarik yang bisa dikunjungi yaitu Bukit Sikunir, Air Terjun Sikarim, Telaga Cebong, dan Air Terjun Sikamim.

Saat kamu mengunjungi desa wisata ini, kamu akan disuguhi dengan keindahan alam yang sangat luas, suasana yang dingin, dan tentram.

Baca Juga: Tidak Banyak yang Tahu! Destinasi Wisata Pulau Kenawa di Sumbawa Ini Cocok Buat Menenangkan Pikiran

Tak hanya menikmati objek wisata, kamu bisa menemukan oleh-oleh dan produk khas dari desa wisata ini, yaitu terong kemar, purwaceng, carica, dan Lombok dieng.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube Kemenparekaf

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X