SketsaNusantara.id - Bagi masyarakat Jawa, pasti sudah tidak asing lagi dengan keberadaan pusaka satu ini.
Terkenal dengan nama keris, bukanlah sebagai senjata. Namun termasuk dalam pusaka yang begitu dijaga kelestariannya hingga saat ini.
Namun, pernahkah kalian bertanya-tanya, mengapa orang Jawa kerap meletakkan keris tersebut di belakang badan?
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Liburan Panjang dengan Pesona Pedesaan Eropa di Rustic Market Trawas Mojokerto
Benda pusaka satu ini memiliki bentuk atau ciri khas yang hanya dimiliki oleh masyarakat Jawa. Dahulu, menjadi senjata atau pusaka pada saat zaman kerajaan.
Sampai saat ini, pusaka tersebut masih dijaga dengan baik. Apalagi kerap dekat berbagai ritual khusus orang Jawa.
Tak hanya itu, adanya keris ini juga mencerminkan kebiasaan warga Jawa. Seperti meletakkan keris di belakang badan.
Baca Juga: Nyaris Punah Ditelan Zaman, Beginilah Ritual Tradisional Jawa Menjaga dan Merawat Bumi
Tentu bukan tanpa alasan mereka meletakkan keris di belakang badan seperti dalam penjelasan tayangan YouTube partho official.
Adapun beberapa alasan keris yang menjadi benda pusaka orang Jawa ini harus diletakkan di belakang badan:
1. Untuk memudahkan bergerak jongkok
Masyarakat Jawa terbiasa berjalan jongkok jika harus menghadap raja atau seseorang yang lebih tua.
Baca Juga: 5 Spot Terbaik Berburu Sunrise di Indonesia, Ada yang Setinggi 1300 mdpl di Toraja
Meski budaya ini sudah ada sejak zaman kerajaan, namun sampai sekarang masih tak sedikit yang melakukannya.
Artikel Terkait
Unik! Cirebon Satu-Satunya Kota yang Punya 4 Keraton dengan Sultan yang Berbeda, Warisan Putra Mahkota Prabu Siliwangi
Tol sepanjang 171,52 km Hubungkan Probolinggo hingga Ujung Timur Pulau Jawa, Masih Proses Pembangunan?
Wisata dengan Milky Way di Lumajang, Bukan Bromo: Cocok buat Destinasi Camping saat Liburan
Hewan Santapan Khusus Para Raja Jawa Kuno Ini Dikebiri Sebelum Disantap, Salah Satunya Hewan Bermoncong Ini
7 Tempat Wisata Paling Populer dan Hits di Sukabumi Jawa Barat, Dapatkan Pengalaman Liburan yang Menyenangkan