Apalagi daging kambing untuk Sate Klathak tidak diboleh dicuci karena bisa mempengaruhi rasa dan teksturnya.
Begitu juga soal bumbu, berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan kecap, Sate Klathak hanya dilumuri garam sebelum dibakar.
Proses pembuatan Sate Klathak ini mengajarkan nilai dan makna tentang kebersihan, ketelitian hingga kesederhanaan.
Sate Klathak merupakan salah satu makanan yang dimasak dengan cara sederhana namun tetap lezat hingga menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.
Lantas kenapa disebut ‘Klathak’? Eits, itu bukan nama daerah atau nama penemu sate ini ya.
Ada beberapa versi tentang penamaan Sate Klathak.
Pertama, Klathak berasal dari kata melinjo, lantaran saat pertama berjualan Sate Klathak, Mbah Ambyah menjajakan jualannya di bawah pohon ini.
Kedua, klathak berasal dari bunyi-bunyian yang muncul saat sate dibakar, perpaduan antara bara api, besi dan garam yang dilumuri pada daging kambing.
Nah, jadi itulah kisah lahirnya Sate Klathak, salah satu makanan khas Bantul, Yogyakarta.***
Artikel Terkait
Hanya Menerima 10 Pembeli Saja, Restoran Unik di Yogyakarta Ini Sajikan Menu Khas Dari Resep Warisan Bung Karno
Grojogan Watu Purbo, Destinasi Wisata Hits di Yogyakarta yang Bikin Betah dan Gamau Pulang!
Bisa Keliling Yogyakarta Gratis! Simak Tutorial Pesan Bus Jogja Heritage Track, Lengkap dengan Rute dan Jadwalnya
Di Balik Rasa Manis Gudeg Yogyakarta, Ternyata Ada Sejarah yang Pahit
Tol sepanjang 171,52 km Hubungkan Probolinggo hingga Ujung Timur Pulau Jawa, Masih Proses Pembangunan?
Wisata dengan Milky Way di Lumajang, Bukan Bromo: Cocok buat Destinasi Camping saat Liburan
Hewan Santapan Khusus Para Raja Jawa Kuno Ini Dikebiri Sebelum Disantap, Salah Satunya Hewan Bermoncong Ini
7 Tempat Wisata Paling Populer dan Hits di Sukabumi Jawa Barat, Dapatkan Pengalaman Liburan yang Menyenangkan
10 Rekomendasi Wisatawan di Yogyakarta Dekat Malioboro, Gudeg Yu Djum Jadi Wisata Kuliner yang Legendaris