Desain awal jembatan ini adalah Jembatan Angkat Vertikal, sehingga bagian tengah dapat terangkat untuk memberikan kapal jalan.
Baca Juga: Garis Wallace Memisahkan Dua Dunia Ekologis di Kepulauan Indonesia, Tidak Terlihat Namun Berpengaruh
Untuk mendukung desain tersebut, jembatan dibangun dengan baja yang diperkuat dengan kawat baja dengan tinggi 11,5 meter dan lebar 22 meter.
Untuk mendukung struktur jembatan supaya kuat, dibuat 6 kaki penyokong yang dipancang sedalam 75 meter ke tanah.
Masing-masing sisi-sisinya memiliki menara setinggi 63 meter dengan jarak antar menara sekitar 75 meter.
Baca Juga: Sudah Mendunia! Indonesia Jadi Surga Bagi Penikmat Kopi dengan Ragam Citarasa yang Menggoda
Karena merupakan jembatan angkat vertikal, maka terdapat bandul di masing-masing menara seberat 500 ton untuk mengangkat bentang utama dengan kecepatan angkat berkisar 10 meter per detik.
Tahun 1970, bentang tengah sudah tidak diangkat lagi karena dianggap mengganggu lalu lintas. Kemudian tahun 1990 bandul dilepas karena dianggap membahayakan.
Hingga saat ini, jembatan Ampera tetap menjadi akses penting lalu lintas di Sumatra Selatan khususnya kota Palembang.***
Artikel Terkait
Hobi Wisata? Inilah 3 Rekomendasi Destinasi Wisata Seru di Magetan Jawa Timur, Bikin Liburan Jadi Menyenangkan
Dulu Gelar Stasiun Kereta Api Paling Selatan di Benua Asia, Stasiun ini Sekarang Jadi Tempat Wisata Paling Unik di Jawa Timur
Wisata Nol Rupiah di Bali, Sunset Point di Atas Tebing dan Akses ke Pantai Gratis
Bisa Keliling Yogyakarta Gratis! Simak Tutorial Pesan Bus Jogja Heritage Track, Lengkap dengan Rute dan Jadwalnya
Jarang Orang Tahu! Ternyata Inilah Daerah-daerah di Indonesia yang Dilalui Garis Khatulistiwa, Salah Satunya Punya Bentang Alam yang Spektakuler