Kamis, 4 Juni 2026

Dibangun dengan Uang Rampasan Perang Jepang, Jembatan di Palembang Ini Punya Panjang Lebih dari 1 km!

Photo Author
Irma Agustiana, Sketsa Nusantara
- Selasa, 11 Juni 2024 | 19:44 WIB
Jembatan Ampera, Palembang  (palembang.go.id)
Jembatan Ampera, Palembang (palembang.go.id)

SketsaNusantara.id - Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan dan banyak sungai tentunya tidak asing dengan jembatan, bahkan terdapat berbagai jenis dan model jembatan dari barat hingga timur Indonesia.

Meskipun demikian, terdapat beberapa jembatan yang benar-benar diketahui secara luas dan ikonik oleh masyarakat Indonesia sebut saja seperti jembatan Suramadu, jembatan Ampera, dan lainnya.

Salah satu jembatan yang menyimpan nilai sejarah dan menjadi salah satu ikon utama adalah Jembatan Ampera yang berada di Palembang, Sumatra Selatan.

 Baca Juga: Mirip Luar Negeri, 8 Spot Flora Wisata Santerra Ini Bisa Jadi Destinasi Wisata Seru Saat Libur Sekolah

Jembatan ini sangat ikonik dan dikenali oleh masyarakat luas karena telah dibangun sejak lama dan sering mendapatkan sorotan dari media massa.

Rencara pembangunan jembatan sendiri sebenarnya telah ada semenjak masa pemerintahan Hindia Belanda sejak 1924, tetapi tidak terealisasikan.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Website BPPK Kemenkeu, Jembatan Ampera dibangun sejak 1962 dan diresmikan pada tanggal 10 November 1965 oleh presiden Ir. Soekarno.

 Baca Juga: 15 Rekomendasi Wisata yang Lokasinya Berdekatan di Bali, Sehari Bisa Datang ke-3 Lokasi Secara Efisien!

Pada awalnya jembatan ini bernama Jembatan Soekarno, tetapi tahun 1966 dirubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) karena problem politik masa itu.

Jembatan Ampera dibangun diatas Sungai Musi menghubungkan wilayah Seberang Ulu dan Ilir di Kota Palembang dengan panjang 1.117 meter, menjadikannya jembatan terpanjang di Asia Tenggara masa itu.

Karena pada masa itu Indonesia masih menerima biaya kompensasi perang dari Jepang, Jembatan Ampera dibiayai menggunakan dana tersebut dengan total biaya USD 4.500.000.

Baca Juga: Menyusuri Arus Sungai Citumang, Surga Body Rafting di Pangandaran yang Wajib Anda Kunjungi

Apabila dikonversi ke Rupiah menggunakan kurs saat itu (USD 1 = Rp 200,00) maka biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 9.000.000.

Selain menggunakan biaya rampasan perang Jepang, Jembatan ini juga didesain dan dirancang oleh tenaga ahli yang didatangkan dari Jepang pula.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: bppk.kemenkeu.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X