Bahkan karena besarnya hasil bumi dari selatan, menyebabkan stasiun ini memiliki emplasemen yang sangat luas dengan banyak sekali jalur.
Selain itu, juga terdapat percabangan jalur menuju ke Selatan sampai sekitar daerah Desa Barurejo, kurang lebih 16 km dari Benculuk untuk memperbesar pengangkutan hasil bumi.
Tetapi selayaknya masa keemasan juga terdapat masa kemunduran, turunnya hasil hutan dan hasil bumi menjadikan jalur tidak menguntungkan, dan pada akhirnya ditutup tahun 1976.
Meskipun demikian, saat ini wilayah bekas stasiun Benculuk telah berubah menjadi destinasi wisata terkenal di Banyuwangi, yaitu D’Jawatan.
Jika sedang berwisata di D’Jawatan, pengunjung masih dapat menemukan dan melihat menara air, sisa-sisa rel bahkan wesel kereta api.
Tetapi untuk bekas bangunan stasiun sendiri telah hilang tidak meninggalkan sisa dan berubah menjadi ruko dan pertokoan.***
Artikel Terkait
Heboh Penampakan Manusia Kerdil di Hutan Aceh Yang Terekam Pemotor, Antropolog Masih Meragukannya, Kenapa?
Sensasi Seru Rafting di Caldera Adventure: Petualangan Tak Terlupakan dan Fasilitas Lengkap di Sukabumi
Air Terjun Tumpak Sewu, Ini 5 Daya Tarik Keindahan dari Surga Tersembunyi di Lumajang, Jawa Timur
Pulau Satonda: Eksplorasi Keunikan Danau Air Asin dan Kaya Sejarah Vulkanik yang Mengagumkan di Dompu
Roro Mendut: Kisah Cinta Tragis dari Pati, Romeo Juliet Versi Tanah Jawa yang Penuh Misteri, Nyata atau Sekedar Legenda?
Bukan Sembarang Gua, Pesona Alam Pati Tempat Semar Bersemedi Ini Saksi Sunan Gresik Islamkan Majapahit?