Bangunan ikonik ini merupakan salah satu destinasi wisata sejarah paling terkenal di Surabaya.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan House of Sampoerna, gedung bergaya kolonial Belanda tersebut dibangun pada tahun 1862.
Selain menjadi museum, bangunan ini juga menyimpan sejarah perkembangan industri rokok kretek di Indonesia.
Arsitektur klasiknya menjadikan lokasi ini cukup Instagramable hingga jadi spot favorit untuk berswafoto.
3. De Javasche Bank
De Javasche Bank merupakan salah satu bangunan cagar budaya penting di Surabaya.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Surabaya, kantor cabang De Javasche Bank Surabaya mulai beroperasi pada tahun 1829.
Bangunan ini menjadi saksi perkembangan sistem perbankan dan perdagangan di Surabaya sejak masa kolonial Belanda.
4. Museum Sepuluh Nopember
Museum ini menjadi tempat yang tepat untuk mempelajari sejarah Pertempuran 10 November 1945 yang melahirkan julukan Kota Pahlawan bagi Surabaya.
Di dalam museum terdapat berbagai koleksi dokumentasi, foto, hingga diorama yang menggambarkan perjuangan arek-arek Suroboyo melawan pasukan Sekutu.
5. Museum H.O.S. Tjokroaminoto
Rumah bersejarah ini pernah menjadi tempat tinggal tokoh pergerakan nasional H.O.S. Tjokroaminoto.
Artikel Terkait
Digunakan sebagai Kolam Suci Raja Airlangga, Bangunan Candi di Mojokerto Dibangun pada 899 Saka
Apa Itu Dwarapala? Inilah Sosok Penjaga Menyeramkan di Bagian Luar Suatu Bangunan Suci Umat Hindu atau Buddha
Apa Itu Paduraksa? Inilah Pintu Gerbang Bangunan Penting dari Masa Klasik Nusantara Khususnya di Wilayah Jawa dan Bali
Sejak 1980-an, Bangunan di Jember ini Jadi Penjaga Warisan Budaya dan Pusat Edukasi, Tak Hanya Menyimpan Sejarah
Dulu Bangunan Militer, Kini Menjadi Gedung Mall Terkenal di Jember, Keberadaan Brigif Raider 9/Kostrad yang Pernah Berdiri di Atas Tanah Lippo Plaza
5 Karya Arsitektur Bung Karno pada Bangunan Legendaris di Indonesia dan Masih Ada hingga Kini, Warisan Sejarah Sang Proklamator
10 Daya Tarik Kampung Wisata Code Cokrodiningratan Yogyakarta, Dari Susur Sungai hingga Jejak Bangunan Belanda