Kompleks Makam Imogiri terbagi dalam tiga kelompok utama yang memanjang dari barat ke timur. Setiap kelompok memiliki kedhaton atau kawasan makam tersendiri.
Kelompok pertama merupakan area makam Raja-Raja Mataram Islam. Kawasan ini terdiri dari Kedhaton Sultan Agungan dan Kedhaton Pakubuwanan.
Kelompok kedua menjadi area makam Raja-Raja Kasultanan Yogyakarta. Di bagian ini terdapat Kedhaton Kasuwargan, Kedhaton Besiyaran, dan Kedhaton Saptarengga.
Sementara kelompok ketiga merupakan kawasan makam Raja-Raja Kesunanan Surakarta. Area tersebut terdiri dari Kedhaton Bagusan, Kedhaton Astana Luhur, dan Kedhaton Girimulya.
Baik Kesultanan Yogyakarta maupun Kesunanan Surakarta memiliki hak serta kewajiban yang sama dalam melakukan pemeliharaan kompleks makam tersebut.
Selain menjadi tempat pemakaman raja, kawasan Imogiri juga dikenal karena suasana tradisionalnya. Pengunjung biasanya melewati anak tangga panjang sebelum mencapai area utama makam.
Bangunan di kawasan tersebut masih mempertahankan arsitektur tradisional Jawa. Nuansa sejarah Kerajaan Mataram masih terasa kuat di setiap bagian kompleks makam.
Kompleks Makam Imogiri hingga kini menjadi salah satu situs budaya penting di Yogyakarta. Kawasan tersebut juga sering dikunjungi wisatawan yang tertarik dengan sejarah kerajaan Jawa.
Sebagai peninggalan penting Mataram Islam, Makam Imogiri tetap dijaga dan dirawat hingga sekarang. Situs ini menjadi bagian dari sejarah panjang perkembangan kerajaan di tanah Jawa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Viral Motor Nyemplung ke Selokan Mataram Babarsari, Netizen Curiga Pengendara Mabuk: 'Ngantuk po Mendem Kwi?'
4 Fakta Banjir Mataram, BMKG Sebut 4,2 Miliar Liter Air Turun Selama 6 Jam hingga Respons Cepat Pemerintah Setempat
Di Balik Banjir Mataram yang Melumpuhkan Kota, Gubernur NTB Turun ke Lapangan
Mengapa Mataram Islam Bisa Menguasai Jawa? Kisah Hutan, Perebutan Kuasa, dan 2 Pemimpin dengan Watak Berbeda
Alasan Kampung Wisata Prenggan Kotagede Punya 2 Versi Nama, dari Pangeran Mataram hingga Jejak Ahli Hias Keraton