Minggu, 19 Juli 2026

Liburan ke Magelang, Jangan Lupa Cicipi Sup Senerek, Sajian Legendaris Hasil Akulturasi Budaya Belanda-Jawa

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 25 Maret 2026 | 18:30 WIB
Sup Senerek, kuliner khas Magelang (visitjawatengah.jatengprov.go.id)
Sup Senerek, kuliner khas Magelang (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Asal Usul Sup Senerek

Dikutip dari akun Instagram @officialwisatamagelang, sup bening ini adalah ahsil akulturasi kuliner Belanda saat zaman penjajahan.

Sup ini awalnya adalah modifikasi dari sup kacang polong atau Snert Soup yang kerap dimasak oleh tentara Belanda.

Sup kacang polong tersebut dimakan dengan roti pada saat musim dingin atau musim hujan.

Baca Juga: Icip-Icip Menu Sarapan Pangeran Diponegoro bak Nostalgia Tahun 1830, Makanan Khas Jawa Tengah Ini Mirip Krim Sup dan Harganya...

Karena lidah masyarakat lokal yang sulit menguncapkan kata ‘Snert’ maka lahirnya istilah Senerek.

Selain nama, bahan utama sup ini juga mengalami modifikasi. Jika tentara Belanda menggunakan kacang polong, masyarakat setempat menggantinya dengan kacang merah.

Selain harga yang lebih murah, kacang merah juga cenderung lebih mudah didapatkan.

Baca Juga: Gabungan dari 'Mati' dan 'Modar'! Inilah 5 Keunikan dari Gunung Tidar Magelang yang Ditutup karena Kegiatan Kepresidenan Mulai Tanggal 22-27 Oktober

Pada tahun 2020, Sup Senerek pernah masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) kategori Makanan Tradisionla Populer.

Pencapaian tersebut menegaskan nilai historis dalam sup Senerek.

Di Magelang, ada beberapa warung makan yang menjaja Sup Senerek, salah satu yang terkenal yakni Warung Makan Sup Senerek Bu Atmo.

Berdiri dai tahun 1967, warung yang berlokasi di Jalan Pangeran Mangkubumi Nomor 3 ini kerap didatangi wisatawan hingga para pesohor.

Selain Warung Makan Sup Senerek Bu Atmo, ada beberapa tempat yang menjual menu serupa, seperti Sup Senerek Pak Arto, Sup Senerek Sabar Menanti dan Warung Nasi Sup Senerek Pisangan Mbak Ratmin.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X