Sejarawan dan budayawan Purworejo, Soekoso DM, menyatakan pentingnya kajian ilmiah berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa masyarakat Purworejo kini meyakini tanggal 19 Maret sebagai hari lahir WR Soepratman.
Pemerintah Kota Surabaya turut mendukung pelurusan sejarah. Seminar dan diskusi digelar dengan menghadirkan pakar sejarah serta kerabat WR Soepratman. Upaya ini dilakukan demi menemukan fakta yang paling mendekati kebenaran.
Dr. Bambang Sutiyoso menegaskan, “walaupun normatifnya (keputusan presiden tentang hari musik) berlaku, namun pada hakikatnya, secara sosiologis sudah kehilangan maknanya.”
Hingga kini, Hari Musik Nasional tetap diperingati setiap 9 Maret. Di balik perayaan tersebut, polemik sejarah WR Soepratman terus menjadi pengingat pentingnya ketelitian dalam mencatat perjalanan bangsa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Tempat Lahir WR Soepratman Usai Biografi Sang Pencipta Lagu Indonesia Raya Diluruskan, Bukan di Purworejo!
Tanggal Berapa Sebenarnya WR Soepratman Lahir? Pahlawan Negara yang Terlupakan, Dr Dario Turk: Ungkap Kebenaran untuk Meluruskan Sejarah yang Benar!
Misteri Nama 'Rudolf' di WR Soepratman: Menyingkap Jejak Perjuangan Sang Pencipta Lagu Indonesia Raya
Cicit Menantu Pencipta Lagu Indonesia Raya Turun Tangan! Klarifikasi Identitas Asli W R Soepratman, Blak Blakan Soal Agama
Profil dr. Dario Turk, Sp.OG, Ketua Harian Yayasan WR Soepratman dan Cicit Menantu dari Sang Maestro