Suasana pedesaan yang tenang berpadu dengan aktivitas wisata yang dinamis. Kondisi ini menciptakan pengalaman liburan yang berbeda. Wisatawan dapat beristirahat sekaligus beraktivitas aktif.
Akses menuju Desa Wisata Kalibuntung terbilang cukup mudah. Pengunjung dapat melalui Jalan Parangtritis. Di kilometer 21 terdapat pertigaan menuju arah Pundong.
Dari pertigaan tersebut, perjalanan dilanjutkan ke arah kiri. Sekitar dua kilometer kemudian akan ditemukan Balai Desa Srihardono. Selanjutnya, petunjuk arah menuju lokasi dapat diikuti.
Infrastruktur jalan cukup memadai untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Area parkir tersedia untuk menampung kendaraan pengunjung. Fasilitas pendukung terus dikembangkan oleh pengelola dan warga.
Keberadaan desa wisata ini membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aktivitas wisata mendorong tumbuhnya usaha kuliner, jasa pemandu, dan penyedia perlengkapan kegiatan.
Desa Wisata Kalibuntung menjadi contoh pengelolaan potensi lokal berbasis partisipasi warga. Perpaduan outbound, edukasi, dan budaya menciptakan daya tarik tersendiri. Konsep tersebut menjadikan Kalibuntung sebagai destinasi wisata alternatif di Bantul yang terus berkembang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Jejak Sunan Kalijaga di Desa Wisata Bobung Gunungkidul, Dari Tarian Topeng Panji hingga Kerajinan Kayu Bermotif Wayang
Tak Jauh dari Pusat Kota, Desa Wisata Sendari Sleman Menyimpan Kerajinan Bambu Kelas Dunia dan Tradisi Desa yang Masih Terjaga
Desa Wisata Brajan Sleman, Sentra Kerajinan Bambu dengan Aktivitas Edukatif dan Kesenian Tradisional
Berawal dari Tempat Makan, Desa Wisata Garongan Sleman Kini Jadi Magnet Wisata Alam dan Edukasi di Lereng Merapi
Masih Jarang Disorot, Desa Wisata Nawung Sleman Hadirkan Wisata Alam, Edukasi, dan Kesenian Tradisional Sekaligus